Kupilih Hatimu

Kupilih Hatimu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 28, 2021
Terdengar sayup-sayup lirik lagu di radio anak muda malam ini, aku merasa sesak di dada mendengar lirik lagu itu yang terdengar seperti sindiran untukku. Aku hanya bisa termenung dan meratap di atas ranjang ini, sudah lebih sebulan aku tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. "Ibu, kenapa? Jangan sedih bu, Hara di sini." ucapan anak perempuanku Hara. Aku kaget tiba-tiba dia masuk kamarku karena aku tak mendengar pintu dibuka, mungkin aku terlalu sibuk melamun. "Ibu tidak apa-apa Hara. Tenang saja." Sambil ku tersenyum menenangkan. "Benar bu? Ibu harus sehat lagi ya, Hara engg..." ucap Hara tersendat tangis. "Hus, Ibu rapopo uwis ora sah nangis Ibu sesuk sehat meneh." Ucapku mencoba menenangkan Hara lagi. "Apa aku bisa bertahan lebih lama?" sahut batinku kecut.
All Rights Reserved
#670
janda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berawal dari Aku [M] 🔞 REVISI
  • Halycon
  • [C]✓Bidadari Tengku Hael
  • My Naughty Husband
  • AFTER SAD [Revisi]
  • I MISS YOU MOMMY
  • ALONE
  • HOODIE GIRL
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Denyut Waktu (TAMAT)

[Completed] ⚠ Bijaklah dalam memilih bacaan! Cerita ini mengandung konten 🔞 Jika tidak sesuai dengan kriteria bacaan anda, silahkan tinggalkan cerita ini dalam diam! *** Di sebuah persimpangan, aku memilih jalan yang menurutku terbaik. Nyatanya bahagia yang menyertai harus kugadaikan pada sebuah fatamorgana di seberang sana. Semakin lama bayangan itu semakin menggelap, mengabur bersama kabut yang menutup malam. Haruskah diriku terus berjalan di jalan ini? Atau kembali pada persimpangan dan mencoba jalan yang lain? Meski tak ada yang pasti disana menyuguhkan kebahagiaan yang lain. Ini semua adalah kisah mengenai aku dan cinta yang sanggup melumpuhkan seluruh kewarasan. "Nyatanya, duniaku runtuh ketika cinta ini mulai tumbuh." - Se Na

More details
WpActionLinkContent Guidelines