Just Be You

Just Be You

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 6, 2022
"Karena jujur jadi diri lo sendiri, nggak pernah salah." Moana mendongak menatap lurus netra coklat gelap milik Leo, dan menghela napas panjang kemudian tersenyum tulus. ~~ Cerita ini aku tulis karena sebuah alasan yang kerap aku temui di kisah nyata, menjadi orang lain untuk diterima; merasa FOMO, eksis di sosmed, trandy, body goals, perfect, etc. Lalu, pertemanan, persahabatan atau hubungan dekat lainnya entah apapun itu yang menjadi taruhannya. Mengerikan, bukan? And Why does it happen then? Let's see on my story with Moana, Leo, and the other cast. xoxo
All Rights Reserved
#51
kisahsekolah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Ali Arkhan
  • KILA
  • I HATE YOU I LOVE YOU [COMPLETED]
  • Beauty
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Possesive Playboy
  • (Not) A Dream School (On Going)
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines