PROLOG RINDU

PROLOG RINDU

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dipertemukan namun untuk tidak dipersatukan *** "Nanti kalau Sastra diemin Tara, Tara ga segan-segan buat pergi ya." Gistara Tanisha atau yang kerap di sapa Tara, manusia misterius pecinta Sastra. Bukan tentang makna kias atau puisi, atau novel. Tapi sosok Sastra Ancana si manusia kalem. Kisah ini rumit untuk dimengerti, serumit jalan cerita cinta Tara dan Sastra. Banyak kelabu yang menyelimuti jalan menuju bahagia mereka. Apa yang terjadi antara Gistara dan Sastra? Cerita ini dibuat tepat pada tanggal 27 September 2021. Saat si penulis kehilangan semuanya.
All Rights Reserved
#89
awal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jumpa Dirinya (FIN)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • MEMORI KATA
  • Hati Sinta
  • [✔] AKSARASSA
  • Unforgettable Love [SELESAI]
  • ANASTORY [END]
  • Jenario and Laras

Wikana Sastrodiredjo (Wika)--entah apa yang dipikirkan kedua orang tuanya, tatkala menamainya dengan nama salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang namanya hampir terlupakan itu. Wikana yang pernah jadi bagian sejarah kemerdekaan Indonesia memang pada akhirnya dinyatakan menghilang. Namun, Wika si siswa SMA di selatan Jakarta--yang diam-diam menyukai sastra dan aksara, serta benda langit angkasa itu--jelas takkan pernah bisa hilang dari ingatan Dianita Kesara (Sara). Tiga tahun di SMA dan akhirnya untuk alasan yang tidak jelas, rasa ingin tahu Wika selalu hanya jatuh pada Sara. Sorot mata Sara adalah sorot yang saat pertama kali memandangnya, membuat Wika ingin mengisi sesuatu yang hampa dari gadis itu. Menjelang akhir masa SMA, dunia Sara kini tak sesepi biasanya, karena Wika mulai mendekat dan mengisi harinya. Namun, hal itu tak berlangsung lama, Sara mulai menjauh dan menutup lagi dunianya tatkala masalah pelik menghantam. Meski begitu, Wika tetap ingin peduli dan mendapati dirinya tenggelam dalam hasrat yang aneh--hasrat untuk bisa membuat gadis itu merasa lebih baik. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang selalu terpaksa ditempatkan di barisan paling belakang, karena tubuhnya terlalu tinggi. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang kala itu pernah meyakinkannya kalau rasa sepi tak boleh mengiringi rasa sakit. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang telah terlanjur membuatnya menduga, kalau dirinya sudah menemukan jendela hati yang baru. Wika yang diingat Sara, adalah Wika yang pernah membuatnya membatin, "Jumpa dirinya, tak pernah terasa se-mendebarkan itu." -:-:- Dipublikasikan di Jakarta pada 21 Desember 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines