We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TAKDIR

TAKDIR

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Hal yang tidak bisa dihindari dan akan terus ada dihidupku sama seperti kamu" Ini kisah antara Nazila Syaharani Mahardika dengan Arthama Putra Mahesa. Saling kenal karena kejadian bodoh di waktu kelas 3 Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu mereka saling mengenal satu sama lain, hingga tiba dimana saat mereka harus berpisah oleh jarak dan juga waktu. Akankah mereka kembali bertemu? atau masing-masing dari mereka menemui orang baru? hanya TAKDIR yang bisa menjawabnya.
All Rights Reserved
#269
selesai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • CINTA SUBUH
  • ARTAN
  • Datang & Pergi
  • Muhammad abidzar Al-Ghifari
  • BRISHA : Pujaan Hati yang Hilang         [SUDAH TERBIT]
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Dilema Asmara
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Highschool Love

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines