Waktu yang Sengaja Tertinggal (On Going)

Waktu yang Sengaja Tertinggal (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 87
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 4, 2021
WpInfo
Poesía
"Bagaimana cara kamu untuk menghilangkan sedih?" tanya seorang anak kecil. Usianya masih terbilang belia, akan tetapi pemikirannya begitu pesat melebihi orang dewasa. "Yah, aku akan nulis sesuatu yang di mana tulisan itu jadi self healing tersendiri," jawabku. Anak itu mengangguk pelan. Tangannya kembali sibuk melempari wajah danau yang datar dengan batu kerikil kecil di kanan-kiri tempat duduknya. Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan anak itu. Bahkan, di usianya yang dini, corak pandang dari kelopak matanya yang berwarna biru kehijauan itu pun, bisa-bisa akan memenangkan sebuah perdebatan saat melawan ketua DPR - bahkan presiden sekalipun. ____ Selamat membaca tulisan dari sosok gadis yang ditanya oleh anak kecil di atas. Semoga, tulisan yang menjadi self healing bagi gadis itu, menjadi your healing bagi kamu yang membaca. From: 1Oktober End: - © instgram.com/lingkup.rasa__
Todos los derechos reservados
#92
bacaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rasa Tanpa Kata
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Om, Ayo Nikah!
  • LOVE in SILENCE
  • Untuk Ayah
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Just Words
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido