Waktu yang Sengaja Tertinggal (On Going)

Waktu yang Sengaja Tertinggal (On Going)

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
WpInfo
Poetry
"Bagaimana cara kamu untuk menghilangkan sedih?" tanya seorang anak kecil. Usianya masih terbilang belia, akan tetapi pemikirannya begitu pesat melebihi orang dewasa. "Yah, aku akan nulis sesuatu yang di mana tulisan itu jadi self healing tersendiri," jawabku. Anak itu mengangguk pelan. Tangannya kembali sibuk melempari wajah danau yang datar dengan batu kerikil kecil di kanan-kiri tempat duduknya. Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan anak itu. Bahkan, di usianya yang dini, corak pandang dari kelopak matanya yang berwarna biru kehijauan itu pun, bisa-bisa akan memenangkan sebuah perdebatan saat melawan ketua DPR - bahkan presiden sekalipun. ____ Selamat membaca tulisan dari sosok gadis yang ditanya oleh anak kecil di atas. Semoga, tulisan yang menjadi self healing bagi gadis itu, menjadi your healing bagi kamu yang membaca. From: 1Oktober End: - © instgram.com/lingkup.rasa__
All Rights Reserved
#286
quote
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • ARUMILA
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • LOVE in SILENCE
  • Om, Ayo Nikah!
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines