VANCALL

VANCALL

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 30, 2021
Caliana Aera Syafazea - - - Seorang gadis pendiam yang bodoh, jelek dan sering di bully. Pada akhirnya dia di dorong ke sungai sedingin es oleh saingan cintanya. Namun, saat dia membuka matanya, matanya dingin dan jernih! Semuanya telah berubah secara dramatis! Dari seorang gadis bodoh dan jelek menjadi seseorang dengan tampilan tanpa tandingan dan dengan kejeniusan yang tak tertandingi. Ketika dia menunjukan kecantikannya, itu mengejutkan dunia! Dia adalah seorang foodie dan kata-katanya yang tajam dapat melumpuhkan pihak lawan. "Aku seorang penggila makanan dan aku bangga akan hal itu!!" Semua pria tampan mencoba yang terbaik untuk menghiburnya. Hanya saja bukan itu yang diinginkannya, dia... "Lo harus jadi cewek gue titik." Wajah lelaki itu yang sempurna dan halus dengan senyum dan pesona jahat yang membuat semua orang iri kepadanya. "Gue gak mau nikah sama orang yang wajah nya lebih baik dari gue," Dia mencibir "Gak ada penolakan" Dia tersenyum sedikit, senyumnya indah, mempesona dan ada dominan dan posesif yang tidak bisa ditolak.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dibalik Topeng Casanova
  • My Husband Is Mafia (SUDAH TERBIT E-BOOK)
  • Transmigration is poor 21++
  • Home? [NaVin & Narendra's]
  • Call me AQEELA!! ( Slow Update)
  • Transmigrasi Seksi Bumil
  • i'm back dunia X mafia Is The Gengster
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Arsyilazka
  • ALENCHA [END]

"Lo boleh nolak... tapi lo nanti punya gw." - Revin Augustus Valecrest "Cwo kayak lo... bikin ilfeel." - Sienna Azzelya Vireaux ______________________________ Sienna Azzelya Vireaux - gadis dingin yang tak kenal apa itu perasaan - melangkah turun dari pesawat, satu per satu kakinya menyentuh landasan bandara Nova. Langit yang gelap, hujan rintik, dan angin yang menusuk tampak sesuai dengan apa yang tengah bergelung di hatinya - hampa, mati, dan penuh rahasia. Sienna tak punya hati yang lembut, tak punya perasaan manusiawi yang biasa dimengerti. Cinta, rindu, sakit hati... itu tak lebih dari sebuah kalimat klise baginya. Dalam hidupnya, hanya pertarungan dan darah yang punya makna - satu-satunya bahasa yang dia pahami. Ketika taksinya melintas di tengah kota, Sienna melihat pemandangan yang tak asing lagi: sekelompok pemuda tengah bersiap mencegat taksinya, dan sebuah pisau yang melintas di tengah hujan. Dalam dadanya, tak ada debar kasihan - yang ada hanya perhitungan: apa dia harus turun dan melawan, atau melangkah terus sesuai tujuannya. Sienna kembali ke Nova bukan untuk mencari kedamaian, tapi untuk menyelesaikan apa yang tak pernah selesai. Menghabisi hutang darah, menemukan kebenaran, dan menjaga satu-satunya hal yang dia punya: kekuatan. Dalam hatinya yang membeku, tak ada ruang untuk perasaan... hanya ada pertempuran yang menunggu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido