Kebun Pengantar Jiwa

Kebun Pengantar Jiwa

  • WpView
    GELESEN 36
  • WpVote
    Stimmen 15
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Sep. 30, 2021
Cerita mini dalam rangka #SeptemberRAWSCeritainAja Aku bisa melihat jiwa yang telah mati itu dari bunga-bunga milik Ruhi dan Soul. _____________________________ ❗If you are reading this story on any other platform OTHER THEN WATTPAD, you are very likely to be at risk of a MALWARE a tack. If you wish to read this story in it's ORIGINAL, SAFE, FORM, PLEASE GO TO: https://www.wattpad.com/1136264759
Alle Rechte vorbehalten
#15
septemberrawsceritainaja
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • When You Come
  • Agape [FANTASI KERAJAAN]
  • Imperial Snow Flower [HIATUS]
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Para Pemandi Bulan ✓
  • Cemara Tunggu (COMPLETED)
  • くも の せかい Dunia Kabut
  • Senja

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien