MONOLOG

MONOLOG

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 27, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Baris-baris kalimat tentang aku, kamu, atau kita. Sebagian menyenangkan, sisanya menjengkelkan. Terkadang membuat senyum tertahan, bahkan perih yang menyakitkan. Hidup selalu tentang dua hal berkebalikan, bukan?
Creative Commons (CC) Attribution
#148
monolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal
  • Senandika Hati
  • TIME will TELL {On Going}
  • Merelakan Demi Kebahagiaanmu
  • SECRETARY HUSBAND (COMPLETED)
  • Dear Mia
  • 𝐃𝐈���𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

More details
WpActionLinkContent Guidelines