The Secret (On Going)

The Secret (On Going)

  • WpView
    Reads 899
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 27, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Rachel Atifa Wijaya gadis berparas cantik, hidup yang berkecukupan tidak membuat Rachel bahagia sepenuhnya, banyak drama yang harus rachel lalui dirumah nya, hingga pada satu malam rachel terjebak dengan seorang pria tampan, niat awal ingin membantu membuat dirinya terikat selamanya.. Sean Abizard Alhanan pria tampan beraura dingin ini, selalu diidolakan oleh kaum hawa namun tak seorangpun yang mampu meluluhkan Sean, setelah kejadian pada satu malam sean begitu berusaha mencari gadis itu, karna bagaimanapun ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.. hingga pertemuan keduanya membuat keduanya terjebak satu sama lain dalam sebuah ikatan yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan..
All Rights Reserved
#61
mba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hasrat Sang Pecinta
  • Tale On Paper(END)
  • Partner In Bed (Married With Bestfriend)
  • Takdir Cinta Kita
  • The Cold Husband✅
  • The Police My Husband ( Al & EL )
  • Spicy Romance
  • Antara janji dan perasan
  • ABIJIA (SELESAI)
  • Wanita Gila Itu Istriku

Naya tersentak, punggungnya membentur pintu sebelum mencerna apa yang terjadi. Tubuh Isaac tiba-tiba sudah menghimpitnya dan bibir pria itu menangkap bibirnya. Membawanya dalam ciuman yang dalam. Di tengah ketidak siapannya. "I-Isaac ...." Naya akhirnya mendapatkan kesempatan memanggil nama pria itu di tengah ciuman dengan memiringkan wajah. Melepaskan ciuman pria itu bersama suara tangis bayi yang terdengar dari monitor bayi. "T-tunggu se ..." "Aku tak ingin keberadaannya mengganggu hubungan kita, Naya. Apa aku sudah mengatakannya padamu? Aku mempekerjakan mereka untuk mengurusnya." Raut wajah Naya membeku dengan suara Isaac yang sedingin tatapannya. Kepalanya menggeleng pelan, bersama tangisan Aaron yang mulai berhenti. "Kupikir tiga bulan waktu yang cukup bagimu untuk terbiasa dengan kehidupan pernikahan kita, kan?" Naya menelan ludahnya yang pekat, ia butuh waktu untuk mempersiapkan hal ini dan di saat yang bersamaan tahu kalau Isaac tak butuh mengulur waktu. Napas panas pria itu berhasil membuat kedua kakinya gemetar. Pria itu benar, seharusnya tiga bulan waktu yang cukup baginya untuk mempersiapkan diri. Kepalanya mengangguk pelan, yang langsung disambut ciuman oleh Isaac. Ciuman yang lebih dalam dan lebih panas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines