ARISHI (Slow Update)

ARISHI (Slow Update)

  • WpView
    Membaca 7,472
  • WpVote
    Vote 442
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 26, 2025
Bagaimana perasaan kalian saat baru saja sampai di Indonesia tiba' kaki kalian di peluk?kaget,yai yalah pa lagi yg meluk kaki gw bilang "bunda"lagi tambah kaget gw!! "Bunda"ucar gadis kecil itu. "Eh"ucap gw,baru aja gw mau mau liat anak itu dah di ambil duluan Ama ibu'. "Maaf neng,ayo non"ucap paru baya tersebut dan menarik anak kecil. Gimana kalo ternyata gadis yang memanggilmu dengan sebutan bunda adalah anak dari kekasih dan lebih parahnya kau tidak tau kalo di duda beranak?bagaimana kisah selanjutnya?apakah gadis tersebut akan bertemu gadis kecil itu?atau malah sebaliknya? hanya author yg tau sama tuhan😌
(CC) Atrib. TanpaTurunan
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PUISI UNTUK BUNDA
  • FUKUSHŪ
  • Constellations From The Room
  • RASKAL ✔
  • Baby J
  • KATA [END]✔
  • "Tidak Ada Yang Tidak Mungkin"
  • Tentang Kota Ini
  • ꜱᴏʀʀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ ʏᴏᴜ :)  (Tamat)

Aku hidup bersama Ayah dari aku masih bayi merah hingga saat ini Jika kalian bertanya, memang dimana Bundamu? Apa sudah meninggal? Maka dengan tegas kukatakan, "Bundaku masih hidup. Beliau amat sangat cantik dan tentu saja sangat sehat tidak kurang satu apapun." Kalian pasti tau bagaimana rasanya mendapat perhatian dari Ibunda kalian? Rasanya memeluk orang yang melahirkan kalian? Pasti senang dan bahagia sekali, bukan? Tapi tidak bagiku Bukan karena aku tidak senang, tapi aku tidak tau rasanya Jangankan memeluk Bunda, sekedar mengharapkan panggilan sayang dari suara lembutnya saja aku seperti punuk merindukan bulan Aku tidak tau pasti bagaimana Bunda? Tapi yang aku tau dari cerita Ayah, Bunda adalah orang yang baik, cantik, ramah, perhatian dan dia sayang sama aku. Tapi bagiku, segala hal tentang Bunda yang Ayah ceritakan, seolah tak pernah cukup Aku ingin lebih dari sekedar tau dari cerita Ayah Aku tak mengerti apa yang terjadi diantara mereka? Dan aku tak peduli alasannya Keinginanku sederhana Aku ingin disapa Bunda dengan lembut. Aku ingin dipeluk Bunda dengan hangat. Hanya itu. Tapi jika aku boleh berharap lebih Aku ingin tinggal bersama mereka dan merasakan hangatnya sebuah keluarga utuh layaknya teman-temanku yang lain. Tapi apakah harapanku bisa menjadi kenyataan? Atau hanya sebuah harapan yang suatu saat bisa terbang lalu kemudian hilang? (Nattaya Hemakshi Adhyastha)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan