THREAD LOVE || Dipta & Hagia

THREAD LOVE || Dipta & Hagia

  • WpView
    Reads 1,852
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 4, 2025
Setelah mengibarkan bendera perang kepada keluarga dan memilih hidup seorang diri, Hagia benar benar menjalani pahit manis kehidupan yang ia inginkan. Dan suatu hari Hagia jatuh suka kepada pelanggan kafetaria. "Kak, ini avocado smoties nya kecampur kopi apa gimana? kok rasanya aneh?" Naradipta, baik dan gemar membuat Hagia tersenyum dengan seribu lelucon nya. Memeluk luka Hagia dengan tubuh ringkih penuh duka. Hagia suka Naradipta, sebagai manusia yang jauh dari kata sempurna. Jika Naradipta bisa membuat tangis Hagia mereda, Hagia juga ingin turut menaungi Naradipta dari takdir buruknya. Semoga dunia yang tidak ramah ini mau membersamai Hagia dan mimpi kecilnya. ⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ *⚠️𝘀𝘁𝗼𝗽 𝗽𝗹𝗮𝗴𝗶𝗮(𝘁)𝗿𝗶𝘀𝗺𝗲 !* ✎ Revisi berjalan Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Jika berkenan, silahkan tinggalkan jejak dengan memberi bintang dan komentar ya^^ Lebih dekat dengan ku di : insta @2604.file_ ijospringkle𖤐
All Rights Reserved
#56
clingy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • LARA 1998 [Tamat]
  • JAEGAR
  • AKASYA
  • Satu Atap, Satu Hati
  • I'm a Girl, Bos!
  • EVAN [ON-GOING]
  • FIGURAN!
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]

Lauren dan Sam bukan kisah yang keras-keras jatuh cinta-mereka tumbuh pelan, dari tatapan singkat, senyum kecil, hingga diam yang saling mengerti. Di balik bangku sekolah yang sederhana, mereka menulis cerita. Tentang tawa yang tak dibuat-buat. Tentang genggaman yang nggak selalu erat, tapi hangat. Dan tentang janji-janji kecil yang mungkin... cuma untuk dikenang. Tapi waktu nggak pernah berhenti berjalan, dan orang-orang nggak selalu tinggal. Kini, mereka duduk di ujung dunia yang berbeda-masih saling ada, tapi tak lagi saling punya. Lalu, jika satu surat bisa membuka kembali pintu yang tertutup rapi, masih pantaskah kisah mereka kembali dibaca? ------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines