Tentang Hujan Dan Pelangi

Tentang Hujan Dan Pelangi

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 6, 2021
Kala mendung datang membawa kabar kesedihan, maka aku adalah payung yang akan menemanimu saat hujan datang dan dia akan menghiburmu saat badai telah usai. ....... Kau tau ada hal yang tidak bisa kau dapatkan meski berusaha begitu keras. Meski tekatmu kuat dan rasamu selalu tulus, tidak akan ada yang menang saat takdir tak mengijinkan. ....... "Natha, aku ga bakal siap kalau kita berakhir dengan kata mengikhlaskan" "Ra, takdir itu jalan terbaik yang dipilihkan buat kita. Gaperlu takut akan hal yang belum tentu akan terjadi nantinya" "Kamu bohong Natha, katanya takdir itu terbaik buat kita, tapi kenapa sesakit ini"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • My Brother's Secret
  • SCHICKSAL
  • She, ADARA QIANA
  • Save and Protect
  • I'm Tired☑️
  • TIME will TELL {On Going}
  • THE ROOM
  • Mi Destino [END] √

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines