Story cover for Horor High School by Wynxjuki
Horor High School
  • WpView
    MGA BUMASA 318
  • WpVote
    Mga Boto 96
  • WpPart
    Mga Parte 26
  • WpView
    MGA BUMASA 318
  • WpVote
    Mga Boto 96
  • WpPart
    Mga Parte 26
Ongoing, Unang na-publish Oct 02, 2021
cuman cerita horor tapi ada misteri,lucu,dan ada sedikit romantis nya 

penasaran baca aja 😊
All Rights Reserved
Sign up to add Horor High School to your library and receive updates
o
#1hajoon
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
CENAYANG (XingQiu) cover
TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg} cover
UNIT KOSONG (TAMAT) cover
Sukma Lara cover
Got Dropped into a Ghost Story, Still Gotta Work cover
Sendang Wengi cover
𝗦𝗵𝗮𝗱𝗼𝘄𝘀 𝗢𝗳 𝗧𝗵𝗲 𝗟𝗶𝗻𝗲𝗮𝗴𝗲 cover
[ BL ] Sang Kolektor Benda Antik cover
ASRAMA 13  ||  Mark Haechan Jeno Jaemin  || cover
Hah!Dukun? cover

CENAYANG (XingQiu)

37 parte Ongoing

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."