Last Kiss

Last Kiss

  • WpView
    Reads 11,913
  • WpVote
    Votes 462
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 23, 2026
"Alex... " Panggil Irina pelan "Hm?" Sahut Alex "Boleh aku meminta sesuatu setelah keputusan diberikan?" Tanya Irina menatap lekat pada mata sebiru laut itu. Alex mengernyitkan alis, tapi kemudian ia mengangguk. Melihat itu Irina menghela nafas. Namun sesaat kemudian ia menahan nafas bersiap mendengar keputusan sang hakim yang sepertinya selesai berdiskusi. Akhirnya... Keputusan telah dibuat bahwa Alex Ezkiel Mackenzie dan Irina Cattegirn resmi bercerai. Irina melirik Alex di samping tengah menghembuskan nafas lega, kemudian tersenyum tipis. Seharusnya ia lakukan ini dari dulu Alex berdeham melihat Irina yang melamun. Sontak membuat wanita di sampingnya itu terkejut. "Jadi apa yang ka_ Ucapan Alex terhenti ketika sebuah bibir lembut dan wangi mendarat di bibirnya. "Last kiss" Ucap Irina berbisik seraya melihat sekitar takut ketahuan. Keadaan disana cukup bising karena banyak dari mereka berbincang entah karena apa dan saling bersalaman, juga berpelukan mungkin lega atau menghindari sesuatu. Irina memang sengaja duduk berdekatan dengan Alex karena keluarganya sibuk dan tak bisa menghadiri sidang perceraian dengan suaminya. Karena itu memilih duduk berdampingan daripada sendirian, lagipula hubungan keduanya baik-baik saja hanya saja keadaan tidak mendukung hubungan mereka. ~~~~~~~~~~ Semua gambar yang saya ambil dari Google, saya hanya meminjam saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Sudah Terbit] Ombak di Palung Hati
  • Choose
  • MANUSIA KUTUB "Dingin seperti ES"
  • Sweetest Pain (Completed)
  • Forget
  • Star Of You
  • Tacenda (TIDAK DILANJUTKAN)
  • Kamu
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)

"Kami terlalu sibuk untuk menuntut kesempurnaan masing-masing pada saat itu, tanpa menyadari bahwa kami hanya sempurna bila saling melengkapi." *** Kadang kala, semesta bisa begitu hebat dalam mengombang-ambing perasaan. Seperti perasaanku yang ditarik dalam bahagia, lalu dilebur dalam luka yang tiada obatnya. Perceraian, satu kata yang menghasilkan pukulan batin begitu menyakitkan dan luka tak kasat mata. Menikah di usia muda dengan segala keegoisan dan gengsi tanpa komunikasi yang baik menciptakan jurang pemisah diantara kami. Sampai akhirnya kata perceraian menjadi penutup kelam kehidupan pernikahan yang awalnya kuidam-idamkan. Kupikir, semua telah berakhir, hingga pertemuan kembali dengan Azka Layendra, sosok sandaran yang dulu selalu ada membuatku kembali dalam kenangan masa lalu. Haruskah aku dipermainkan oleh takdir dengan orang yang sama untuk kedua kalinya? #01 on Chicklit 15.10.17

More details
WpActionLinkContent Guidelines