My Bastard Ex

My Bastard Ex

  • WpView
    Reads 493,135
  • WpVote
    Votes 7,286
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 3, 2021
21++ Mature content! Anak kecil dilarang mendekat. Hush sanaahh. Bijaklah dalam memilih bacaan. Dosa tanggung sendiri ya. Nggak usah bagi-bagi. Aku menulis apa yang kusuka, dan kalian silakan baca apa yang kalian suka. Kalau merasa nggak sreg sama ceritaku, tinggalkan lapak ini. Nggak perlu report, okay? Di dalam gudang sekolah yang jauh dari keramaian siswa siswi yang sedang menikmati pentas seni kebudayaan, ada sepasang anak manusia yang tengah terjebak dalam perang manis. "Gue bakalan hamilin lo, Ra," desis Jeff sarat akan kemarahan. Marah sebab gadisnya tampak mesra dengan seseorang saat menonton pentas seni. Mereka tampak bahagia dan mesra. Jeff tentu murka. Sangat murka. Haura memohon dengan linangan air mata yang semakin deras membasahi wajah cantiknya. "Plis, jangan Jeff. Aku mohon." Haura menggelengkan wajahnya ke kiri dan kanan agar bibirnya bisa menjauh dari serangan bibir Jeff. "Aku bakalan nurut, aku janji." Seringai licik terpatri pada wajah tampan bak dewa itu. "Gue gak mau ketipu lagi sama lo." "Aku nggak bakal membangkang lagi. Asal kamu lepasin aku, plis," mohon gadis itu sembari meronta. "Lo pilih. Balikan sama gue, atau nurut sama apa yang gue bilang?" Haura mendelik. "Aku udah bilang, aku nggak mau balikan sama kamu!" "Oke, berarti lo milih opsi kedua." Setelah mengatakan itu, Jeff melepaskan cekalan tangannya. Haura mengusap tangannya yang nyeri akibat cengkeraman Jeff. "Don't cry, Honey." Jeff langsung menyerbunya dengan kecupan basah yang menggelora. Sungguh, Haura ingin menampar pemuda tampan yang sedang sibuk memberinya ratusan kecupan basah ini. Mungkin jika wanita lain berada di posisinya, dia akan segera menyerahkan tubuhnya secara percuma. Tapi Haura tahu, bahwa wajah tampan Jeff hanyalah kedok dari sifat iblis yang tertanam dalam tubuhnya. "You're not My Jeff. You are a jerk!" "Yes, I am, Sweetie." Jeff tertawa mendesis di depan wajah Haura. Lalu kembali menyerbunya dengan kecupan yang semakin tak terkendali.
All Rights Reserved
#9
possesif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadowlight In Bloom
  • Damnation Love(END)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Important Figuran (END)
  • Fear Of Abandonment
  • Keano
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Is LOVE
  • Milova

Camora tumbuh dalam keterasingan. Terpisah dari orang tuanya, dari rumah, dari masa lalu yang tak bisa ia ingat, namun terus menghantuinya. Ia tak tahu alasan di balik jarak itu. Tak tahu mengapa hidupnya terasa seperti labirin tanpa ujung. Semakin hari, ia kehilangan jiwanya sedikit demi sedikit. Tak ada emosi. Tak ada arah. Hanya hampa yang membungkam. Ia belajar diam, karena bicara tak pernah memberinya jawaban. Ia belajar patuh, karena bertanya hanya berujung penolakan. Hingga kedua orang tuanya kembali, membawa harapan yang ternyata hanya sekadar cerita belaka. Namun, di tengah perjalanan yang ia tempuh, ia bertemu dengan mereka, sosok asing yang selalu setia mendukungnya. Dan di antara rahasia, luka, dan bisu yang menyesakkan... bunga yang tersembunyi di balik bayangan itu akhirnya mulai mekar. Judul Sebelumnya: ANATHEMA 18+ Copyright 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines