Alesha With Us

Alesha With Us

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 23, 2022
Tahun 2019 memang indah, tapi bukankah hidup di masa lalu adalah sebuah kebodohan? karena hidup akan terus berjalan "Genre hidupku di masa lalu selalu dalam naungan kegelapan, apakah aku berhak bahagia di masa depan?" - Alesha Githa Qianzi - "Jadikan yang lampau untuk pelajaran, jika kamu terjebak kamu tidak akan tahu cerahnya masa yang akan datang" - Kaivan Alif Rifai - "Aku care ke kamu bukan berarti mau nge-baperin, tapi aku tau betapa berharga nya semangat seseorang dikala kita rapuh itu gimana?" - Raziq Danendra - Alesha yang bertekat untuk sembuh dari luka masa lalunya, tapi dipatahkan oleh orang yang ia suka akankah ia bisa menemukan cara untuk bangkit dibantu oleh Kaivan dan Raziq? ••••
All Rights Reserved
#9
ketidakpastian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Home [COMPLETE]
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Again?
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • ANGKASA
  • Winter in Life
  • [Complete] Fate in Chains
  • Mencari Cinta Sejati (END)

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines