Story cover for That Beast by aisakura_chan
That Beast
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 04, 2021
Menjadi korban penjualan manusia tidak mungkin pernah terbayang dalam benak Sky, apalagi yang menjualnya adalah bibinya sendiri, Stella. 

Wanita itu mulai bosan merawat Sky yang selalu dia anggap gila, hanya karena Sky mempunyai kemampuan untuk melihat perasaan orang lain menjadi kabut warna.

Putus asa, Sky memilih terjun dari atap hotel, dari pada menghabiskan malam dengan pria yang membelinya. 

Namun, kematian tidak menjemput Sky, dia selamatkan oleh seorang pria. Destan, pria asing yang dimata Sky terlihat seperti aurora musim dingin penuh warna itu, tidak mungkin manusia.

Tidak ada manusia yang  bisa menangkap tubuh yang jatuh dari ketinggian gedung enam puluh lantai, tanpa terluka sedikitpun.

Sky yang seumur hidup menginginkan penjelasan atas keadaan dirinya yang tidak biasa, bertekad mencari jawaban dari Destan, meski harga yang dibayarkan amat mahal.

Termasuk menjadi buronan, dan masuk dalam dunia yang jauh di luar bayangan Sky. Dunia yang memberinya jawaban, tapi sekaligus cinta rumit yang membuatnya rela memerangi tatanan dunia itu.
All Rights Reserved
Sign up to add That Beast to your library and receive updates
or
#642werewolf
Content Guidelines
You may also like
A Bouquet for the Scientist.  by sh4n_p2
20 parts Complete
Di sebuah kota Eropa yang berangin dingin, ada dua pria dari dunia yang sangat berbeda. Arta Adoriley, seorang pemilik toko bunga di pinggiran kota, menjalani hidup sederhana dan damai setelah bertahun-tahun berjuang melawan kerasnya dunia. Baginya, setiap bunga punya makna dan cerita-sesuatu yang bisa menghangatkan hati orang-orang. Di sisi lain, Valen Martin adalah seorang ilmuwan jenius yang dihormati sekaligus ditakuti. Dingin, pendiam, dan tidak peduli dengan dunia kecuali dalam bidang keilmuannya. Namun, setiap bulan, tanpa pernah absen, dia datang ke toko bunga Arta untuk membeli bunga putih-satu-satunya hal yang menunjukkan sisi manusiawinya, sebagai penghormatan kepada ayahnya yang telah tiada. Awalnya, Arta hanya melihatnya sebagai pelanggan misterius yang selalu datang dan pergi tanpa banyak bicara. Tapi semakin sering Valen datang, semakin tumbuh rasa ingin tahu dalam dirinya. Kenapa seorang pria seperti Valen, yang tampak tidak peduli pada apa pun, begitu setia datang untuk membeli bunga? Sebuah interaksi kecil pun akhirnya mengubah segalanya. Dari sekadar penjual dan pembeli, mereka mulai mengenal satu sama lain-perlahan, tanpa paksaan. Valen yang kaku mulai terbuka, sementara Arta yang lembut belajar memahami pria yang tidak terbiasa menunjukkan emosinya. Namun, dunia mereka tetap berbeda. Sains dan bunga, logika dan emosi, dingin dan hangat. Apakah keduanya bisa menemukan titik temu di antara perbedaan yang begitu besar? Ataukah mereka hanya akan menjadi dua individu yang bertemu di satu persimpangan, lalu berpisah kembali?
You may also like
Slide 1 of 7
A Bouquet for the Scientist.  cover
Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih) cover
Finding The Light ~ Moqeel  [COMPLETE] cover
Light Behind The Darkness cover
The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan. cover
World Between (#1 Sang Penghancur) (End) cover
Between Crown and Forest cover

A Bouquet for the Scientist.

20 parts Complete

Di sebuah kota Eropa yang berangin dingin, ada dua pria dari dunia yang sangat berbeda. Arta Adoriley, seorang pemilik toko bunga di pinggiran kota, menjalani hidup sederhana dan damai setelah bertahun-tahun berjuang melawan kerasnya dunia. Baginya, setiap bunga punya makna dan cerita-sesuatu yang bisa menghangatkan hati orang-orang. Di sisi lain, Valen Martin adalah seorang ilmuwan jenius yang dihormati sekaligus ditakuti. Dingin, pendiam, dan tidak peduli dengan dunia kecuali dalam bidang keilmuannya. Namun, setiap bulan, tanpa pernah absen, dia datang ke toko bunga Arta untuk membeli bunga putih-satu-satunya hal yang menunjukkan sisi manusiawinya, sebagai penghormatan kepada ayahnya yang telah tiada. Awalnya, Arta hanya melihatnya sebagai pelanggan misterius yang selalu datang dan pergi tanpa banyak bicara. Tapi semakin sering Valen datang, semakin tumbuh rasa ingin tahu dalam dirinya. Kenapa seorang pria seperti Valen, yang tampak tidak peduli pada apa pun, begitu setia datang untuk membeli bunga? Sebuah interaksi kecil pun akhirnya mengubah segalanya. Dari sekadar penjual dan pembeli, mereka mulai mengenal satu sama lain-perlahan, tanpa paksaan. Valen yang kaku mulai terbuka, sementara Arta yang lembut belajar memahami pria yang tidak terbiasa menunjukkan emosinya. Namun, dunia mereka tetap berbeda. Sains dan bunga, logika dan emosi, dingin dan hangat. Apakah keduanya bisa menemukan titik temu di antara perbedaan yang begitu besar? Ataukah mereka hanya akan menjadi dua individu yang bertemu di satu persimpangan, lalu berpisah kembali?