00:00
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 4, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Dihamparan rumput yang luas itu aku berkata, "Apakah setelahnya akan ada perubahan? Kau tau , Mas, dunia ini terlalu menakutkan buatku. Atau angka ini yang membuat semuanya terasa mengerikan?" kulirik dia yang masih memandang anaknya, Kaivan, yang sedang bermain bersama teman-temannya. Aku ingat sekali, dulu anak itu sangat susah bergaul dan cenderung manarik diri. Dan sekarang dia sudah mulai terbuka dengan lingkungan sosialnya. Aku bersyukur untuk itu. "Usiamu maksudmu?" ujarnya. "Ya, aku hanya merasa terlalu banyak menggunakan topeng. Haruskah aku membuangnya?" tanyaku lagi. "Kenapa kau mesti membuangnya? Kenapa tidak kau simpan saja topeng itu dan pakai disaat keadaan yang tepat." balasnya. "Seperti tetap tersenyum saat bersedih?" "Bukan. Tapi gunakan topeng iblismu saat mereka mengusikmu." jelasnya. Aku sedikit tercengang mendengar penuturan itu keluar dari mulutnya. Walau tidak dipungkiri kalimat itu membuatku kembali berpikir. Ya, tidak semua kejahatan harus dibalas kebaikan kan? Dan terima kasih untuk kalimat kamu yang membawaku ke negeri ini. Negeri dimana aku bisa menemukan behegiaanku. Dan saat kita bertemu kembali kau tidak akan menemukan diriku yang penuh luka lagi dan akan kubuat seperti 00:00.
All Rights Reserved
#4
widow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • ALLAND
  • Bisnis Jalan Perasaan Nyasar [BL]
  • ALEYA~~
  • Aisyah(TAHAP REVISI)
  • The Story Of Aghea
  • Senja dan Angkasa
  • How to Survive
  • Maaf' (Revisi)

{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} **** ~3 tahun yang lalu~ "mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan. "Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam. "Kenapa harus gitu?" "Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan. Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati. Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini " Brakkkkkk......... #langsung baca aja! {Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!} ~Murni hasil pemikiran sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines