Pasutri Miring(18+✔)

Pasutri Miring(18+✔)

  • WpView
    Reads 153,658
  • WpVote
    Votes 1,886
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
KARA AMELIA gadis primadona di SMA Wijaya.Ia sudah tak mempunyai keluarga lagi.Mereka semua meninggalkan kara akibat kecelakaan laut 1 tahun yang lalu. Beruntungnya ia mempunyai pacar yang baik yaitu david yudistira.Keluarganya selalu membantunya dari memberi biaya sekolah sampai hidupnya. Namun ketika ia menjalin hubungan sudah 2 tahun.Mamanya david meminta untuk menikah.Dengan alasan supaya cepat dapat momongan. Kara menerimanya dalam hati kecilnya ia sebenarnya menolak.Ia merasa terlalu terburu-buru untuk menikah muda.Apalagi ia masih sekolah. Namun apalah daya kalau semua sudah takdirnya.Ia hanya bisa pasrah menerimanya. Niko saja yang notabenya sebagai kaka david seharusnya sudah mempunyai anak.Namun kini belum membuahkan hasil karna keduanya terlalu sibuk dunia perbisnisan.Pasalnya ia sudah menikah 4 tahun yang lalu.Tiap hari ia dan istrinya selalu disindir dengan kata-kata kasar oleh mamanya.Hingga membuat niko dan istrinya pergi meninggalkanya. AKAN KAH MEREKA BERDUA AKAN HAPPY ENDING/SAD ENDING? LANGSUNG BACA AJA IYA! JANGAN LUPA VOMENT DAN FOLLOW!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • MetamorfoSoul
  • My Teacher [END]
  • MAS SUAMI (END)
  • Dosen = Suami
  • ECLIPSIA [ON GOING]
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • 6 Bayi Kembar (REVISI)
  • DIVIDED LOVE

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines