Pasang Surut

Pasang Surut

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 8, 2021
Warning!! 16+ Menjadi tulang punggung adalah jalan bagi Mitha Gelangani untuk memenuhi hidup keluarganya. Sejak berpulangnya kedua orangtuanya akibat kecelakaan tunggal, Mitha harus berjuang mencari uang untuk membiayai dirinya dan kedua adiknya. Mitha juga terpaksa harus berhenti kuliah dikarenakan segala aset harta benda peninggalan orangtuanya harus disita oleh bank berkaitan utang bank yang semakin menumpuk. Disaat Mitha putus asa, mau tak mau dia menerima tawaran seseorang untuk berkerja dibawah tekanan orang tersebut. Akankah dia siap?? Apakah orang tersebut membawa kebahagiaan bagi Mitha?? atau malah sebaliknya?? Hanya Tuhan yang tau!! _________________________________________ MENGANDUNG AKTIVITAS SENSUAL DAN BAHASA VULGAR!! MOHON UNTUK SEGERA MENYINGKIR BILA MERASA TIDAK NYAMAN!! BIJAKLAH MEMBACA MENURUT SELERA DAN UMUR!! KARYA INI PURE IMAJINASI PENULIS!! DILARANG KERAS MENG COPY!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Dear Alex, Count Me In [END]
  • Bertumpu
  • 𝐁𝐀𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐁𝐀𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐌𝐀𝐒𝐀 𝐋𝐀𝐋𝐔
  • 244 Days to Hurt You
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • RadenRatih
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • GEAMEL [END]
  • ALGARA [END]

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines