Davira'S Story [END]

Davira'S Story [END]

  • WpView
    Reads 6,234
  • WpVote
    Votes 2,010
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Wed, May 11, 2022
Menjadi seorang wanita bukanlah sesuatu yang bisa membuat aktivitas terbatas, jika bertingkah layaknya seorang lelaki bukanlah suatu masalah memang. Yang jadi masalah itu sikap yang benar-benar menduplikat seorang pria. Itulah Davira, yang namanya saja perempuan tetapi kelakuan menghadeuhkan. Baginya tidak masalah jika dianggap sebagai manusia tomboy asal itu membuatnya bahagia. Mulut orang-orang hanya pintar menilai saja, itu yang selalu diucapkannya. Mereka hanya bisa berkomentar tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kalau seperti itu apa yang harus dipikirkan coba?
All Rights Reserved
#18
pelajaranhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Zeya transmigration (On going)
  • figuran tranmigrasi (ON GOING)
  • FIGURAN {HIATUS}
  • ATHENA | Antagonist Princess
  • Protagonis't Little Sister(Ending)
  • Mengapa?[On Going]
  • Pangeran Itu SULTAN
  • HEART OF FIRE [End]
  • RIFI MOLLA
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines