We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ruang Sendiri

Ruang Sendiri

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 6, 2021
WpInfo
Non-Fiction
¹tak mudah lagi sendu menganggu kau tau cara mengurai semua bila aku pegang kendali penuh pada cahaya aku pastikan jalanmu terang ²apa yang kini harus ku lakukan senyumnya selalu terbayang bayang aku suka dia punya semua pesona sosok yang cantik, anggun, menarik, gerak menawan, tutur cemerlang, hati yang tulus ³tak mungkin secepat itu kau lupa daya pikat yang memang engkau punya sungguh sungguh ingin aku lindungi di bawah basah langit abu abu kau dimana dilengannya malam menuju minggu kau dimana bertemukah kau dengan sang buas - ayo tulis dibuku harian mu, kelak jelaskan jika engkau punya waktu
All Rights Reserved
#7
huhu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Senja merindu fajar
  • GENTAWA✓
  • Dimana Qiwanku yang dulu?
  • Mimpiku Bersamamu(Hiatus)
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • kau bukan rumah
  • Happiness to your (2jae)
  • GAGAL BERSEMBUNYI
  • TANGISAN TERAKHIR

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines