It's Not Fine (On Going)

It's Not Fine (On Going)

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 12, 2021
Tubuh mungil itu menangis, merintih kesakitan. Siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa iba tapi sayang tidak ada seorang pun yang mendengar tangisan pilu itu. Baju yang dikenakannya sobek di beberapa bagian dan terdapat beberapa luka lebam di bagian tubuh yang terbuka. "Ibu...," rintihnya. Gadis mungil itu berusaha bangkit dari tempatnya. Meskipun sempat beberapa kali terjatuh namun dia berhasil bangkit dan mulai berjalan tertatih-tatih. Dengan perlahan dia menengok ke belakang, kilatan sedih, amarah, pilu dan dendam tersirat di kedua matanya menatap kearah mansion mewah yang lumayan jauh dari tempatnya berdiri. "Kalian pasti akan mendapatkan karmanya," desisnya tajam lalu berbalik melanjutkan langkahnya. ~~~
All Rights Reserved
#836
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • If I Have You Only
  • Loving You
  • BAD FIANCÉ
  • LOVE HANGOVER [21+]
  • Rengkuh Rekah
  • Forget
  • NEVER LETTING YOU GO (END)
  • Lila: Ruang Tanpa Jendela

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines