Sebuah Kisah Klasik

Sebuah Kisah Klasik

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 8, 2021
Dulu, Soleh selalu bilang ke Emak kalau Soleh pengen sukses minimal jadi musisi atau jadi drummer tapi Soleh juga pengen "sugih" emang siapa sih di dunia ini yang gak pengen hidupnya enak, alih-alih mengaminkan cita-cita Soleh Emak malah menertawakan Soleh seolah olah cita-cita Soleh adalah sebuah lelucon belaka yang patut untuk di tertawakan. "Kamu ini leh leh, ada ada aja kemarin katanya mau jadi sastrawan sekarang ganti lagi jadi musisi terus besok mau jadi apa kamu leh? pemancing handal?" Kata Emak tersenyum sembari mengambil ubi talas yang berjejeran di tanah, kebetulan pohon ubi talas kami berbuah banyak di kebun. "Suatu saat nanti Mak, soleh bakalan buktiin kalau Soleh juga bisa jadi orang sukses. makanya di aminin Mak bukannya di ketawain Soleh gak lagi ngelawak." Soleh bersungut-sungut sebab Emak masih menertawakan Soleh, padahal Soleh yakin betul kalau Soleh bisa jadi orang sukses suatu hari nanti.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just a memory~ (Lilipan012)
  • Teorema Romantika (End)
  •  Cuman Kebetulan
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • BAD GIRL VS KETUA OSIS✓
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • GEVRONZ
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • Kembar 「NoHyuck」✔️✔️

Kehidupan Taufan dari masa lalu smiley face, hingga sekarang emo face. "Hahaha definisinya terluka, tapi nggak berdarah." -Upan. "Juga, aku bukan robot, yang nggak punya perasaan. Aku manusia. Sama kayak kalian. Bisa sakit hati. Bisa kecewa. Bisa marah. Bisa nangis. Bahkan bisa..nekat." -Upan. "Oh wow, ternyata semakin dewasa...semakin sulit juga ya, untuk mencari letak kebahagiaan itu dimana." -Upan ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ "Disini kita belajar, bahwa tidak ada orang yang dapat kita percaya, kecuali dua! Yaitu Tuhan dan diri kita sendiri." "Hati-hati dengan kata 'JANJI' kalau memang bisa ditepati ya syukurlah ya.. Tetapi, kalau diingkari? Bisa melukai batin seseorang yang sudah dijanjikan, bukan?" "Sifat dan sikap seseorang beda-beda, dan juga bisa berubah kapan saja. Dalam logika dia terlihat sangat baik. Tetapi didalam perasaan apakah sama? Jawabannya tentu belum. Namanya juga manusia, perasaan bisa berubah kapan saja, entah itu perasaan kecewa, marah, sedih, dan bahagia." ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines