Aku masih bergelut dengan selimut tebal yang menutupi tubuh polos tanpa sehelai benang.
Pria di sampingku memelukku erat, dengan kakinya yang melilit tubuh, seakan tidak membiarkanku lepas. Sedangkan aku hanya mampu bersandar di dada bidangnya.
Melupakan waktu yang terus berputar dan juga melupakan kadar eksistensi dari sang pria.
"Aku mencintaimu, sangat," ucapku kepada pria di sampingku. Dia terbangun dengan mata sipitnya dan tersenyum hangat.
Pria itu hanya diam, tidak membalas ucapanku, dan hanya memandang wajahku, setelah itu memelukku dengan erat.
Start Publish Jan 2022
All Rights Reserved