Sorry, For The Last Time • TREASURE [ON GOING]

Sorry, For The Last Time • TREASURE [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 1,430
  • WpVote
    Votos 1,616
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, oct 23, 2021
WpInfo
Fanfic
TREASURE
𝓝𝓸𝓽𝓮 : 𝓘𝓷𝓲 𝓜𝓾𝓻𝓷𝓲 𝓑𝓲𝓼𝓶𝓲𝓵𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷 𝓼𝓾𝓴𝓪 𝐀𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐝𝐢𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚𝐩, 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐤 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐬𝐚𝐣𝐚, 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐚𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧, 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐝𝐢𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧, 𝐞𝐧𝐭𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫. "𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐥𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐚𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐬𝐞𝐩𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐫𝐚𝐛 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢𝐚𝐧" 𝐛𝐚𝐭𝐢𝐧𝐤𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐡𝐞𝐦𝐛𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐟𝐚𝐬 𝐠𝐮𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐤𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐮𝐩𝐞𝐣𝐚𝐦𝐤𝐚𝐧. "𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐚𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧, 𝐤𝐚𝐥𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧, 𝐝𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐤𝐥𝐮𝐦𝐢" "𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐚𝐝𝐚 𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠? 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠. 𝐉𝐢𝐤𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚, 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠"
Todos los derechos reservados
#892
penyesalan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • The Dark Side(END)
  • Look At Me!!!
  • ABLUVION {COMPLETED}
  • Academy Secret
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Untitled
  • Hampa(TAMAT)✔

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido