Your Lie In February

Your Lie In February

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 6, 2021
Li. Gadis lumpuh, berusia 18 tahun yang seringnya memiliki keinginan untuk menjelajah dunia. Dia tidak pernah-barangkali-menyentuh siang, apalagi sinar mataharinya. Dia juga tidak tahu bagaimana bentuk mestinya semesta itu. Hingga suatu hari, seorang laki-laki menjulurkan tangannya, menyelamatkan Li. Ia mana tahu kalau laki-laki itu justru membawanya pada sebuah dunia dongeng yang penuh kebohongan. ~~~ "Aku butuh kamu." "Hah? Gimana?" "Aku butuh kamu untuk berjalan, Ge." ------------------------------------ ✍️ Update setiap malming. By : Jellyfish
All Rights Reserved
#15
kursiroda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Really Hurts [END]
  • SweetTalk
  • Jendela Rasa ✔
  • PARADILLA [END]
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • Occulta Lux
  • ALIKA DAN LUKANYA [TAHAP REVISI]
  • "MIRACLE"  ✔(COMPLETE)
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • PARALYSED [END]

[Teenfic, Friendship, Angst, Romance] ~Second Story~ 🎖 # 1 Penderitaan - 24 Mei 2023 🎖 # 1 Angst - 28 Januari 2022 🎖 # 1 Kesedihan - 7 Januari 2022 🎖 # 1 Rapuh - 14 Agustus 2021 🎖 # 1 Hancur - 25 Agustus 2021 🎖 # 1 Broken - 30 Agustus 2024 🎖 # 2 Lelah - 29 Maret 2023 🎖 # 3 Keluarga - 16 Agustus 2022 🎖 # 4 Sakit - 28 Januari 2022 Do not plagiarize if you feel you are not trash! Cover by Pinterest ...... Latisha, seorang gadis tangguh yang selalu berusaha menyembunyikan kerapuhannya dari orang-orang sekitar. Sedari kecil ia mengalami berjuta kepedihan. Dimulai dari tak dianggapnya ia oleh kedua orang tuanya sendiri karena sebuah kejadian buruk di masa lalu. Dijauhi dari pergaulan sebab dianggap munafik. Hingga mengidap penyakit kronis yang mematikan. Tidak ada kata bahagia sama sekali di dalam hidupnya, sampai-sampai dia selalu memohon agar tak diberikan kesempatan lagi untuk bisa membuka kedua mata di pagi hari. Gila memang, tapi dia tidak berbohong. Dia ingin menyerah, namun tak pernah bisa. Dia tak bisa pergi meninggalkan dua orang yang sangat dia sayangi, yaitu adik dan teman sekaligus sahabat pertama yang dia punya. Seorang sahabat yang telah berhasil membuat dia kembali mengenal senyum dan tawa. Seorang sahabat yang sudah dia anggap seperti keluarga. Seorang sahabat yang tanpa sadar dirinya cintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines