Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
MISSING

MISSING

  • WpView
    Reads 225
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 11, 2022
"Aku cuma mau ngerasain bahagia kayak Kak Ziya. Apa nggak boleh?" Kalimat yang sudah tidak asing bagi Ziya ini keluar dari mulut adiknya. Adik perempuan satu-satunya yang beberapa bulan lalu datang dan tiba-tiba tinggal bersama mereka. "Kak Zi, aku boleh pakai ini?" "Boleh." "Kak Zi, ini buat Za, ya?" "Iya." "Kak Zi, parfumnya wangi. Za boleh minta?" "Boleh, Za. Pakai aja. Kamu boleh pakai apapun yang Kakak punya. Semua hal yang Kakak punya, itu punya kamu juga." "Apapun?" "Iya, apapun. Kakak bakal kasih apapun yang Kakak punya buat kamu, Za." "Kalo pacar Kakak gimana? Aku suka dia." ###### A story by Fakih Ratnasari Start ➡️ 19 Oktober 2021 End ➡️
All Rights Reserved
#19
namtantipnaree
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Arsyilazka
  • Time With You [ END ]
  • [As3] Cerita Aku, Kamu Dan Kita
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Diam Tak Bisu (END)
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • My Three Brothers [Terbit]
  • Cahaya Redup [END]✓

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines