We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Albian
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 8, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Albian Erlangga anak bungsu dari Revan Erlangga . Albian yang biasa di sapa Bian dia lelaki yang bersifat lembut, tidak tegaan dan sangat menghormati seorang wanita. Tapi dengan sifatnya itu banyak wanita yang selalu mempermainkan nya . Bian selalu tersenyum jika dia di tanya kamu baik-baik saja? Bian tersenyum tanpa ada niat untuk membalasnya. Tapi di keheningan malam sebenarnya sering menangis dalam diam . Dulu kekasihnya bernama Amanda meninggalkannya demi laki -laki lain . Lalu satu tahun kemudian dia mendapatkan dambaan hatinya yaitu Ayu lalu mereka memutuskan untuk menikah. Kehidupan mereka baik -baik saja bahkan kebahagiaan mereka lengkap dengan hadirnya buah hati mereka di dalam perut istrinya. Tapi tidak ada angin tidak ada hujan istri dan anak di dalam kandungan istrinya meninggalkan Bian. Istri Bian meninggal dalam keadaan tidur. Tapi aku percaya tuhan pasti menggantikan mereka yang pergi ok. Ini memang sakit tapi berusahalah jika kamu sedang sakit jangan bilang pada siapa-siapa ,karena hidup ini seperti Angrbird: Jika kita terluka ada saja babi yang tertawa : Bian ganteng. cover by Pinterest jadi kalau sama Ya Maaf. Jangan lupa senyum hari ini .
All Rights Reserved
#25
albian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surrogate
  • ARKASYA
  • ALGRAVANO
  • Forgive Me My Angela
  • ZEAREI [PERJODOHAN]
  • Di luar jangkauan (END)
  • AKASYA
  • Bad Boy Erlangga
Surrogate

"Kita coba dulu, kalau tidak berhasil kau boleh pergi." Ucapan Nasita adalah ketentuan yang tidak akan pernah bisa Biu bantah. Pemuda yang jauh lebih muda dari nyonya kaya yang dilayaninya sejak kecil itu akhirnya hanya bisa menggangguk pasrah. "Bagus."Nasita menepuk pundak Biu berkali-kali. "Hanya kau yang aku percaya di dunia ini. Jaga suamiku baik-baik dan lahirkan anak yang tampan seperti keinginan keluarga kami. Kau mengerti?" "Baik.." Setelah menikah hampir lima tahun, Nasita akhirnya tau bahwa dialah masalahnya sehingga rumah tangga bersama sang suami tidak juga dikaruniai anak. Nasita tersenyum tulus, hanya Biu harapannya sekarang. Pelayannya keluarga Nasita itu memiliki kelebihan yang menguntungkannya. "Suamiku sebentar lagi pulang, kau habiskanlah waktu dengannya. Ingat Biu, waktuku tidak lama lagi, kau harus hamil secepat mungkin."

More details
WpActionLinkContent Guidelines