Embun

Embun

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2022
"Ketika mentari menyapa, aku tak mampu untuk tetap ada. Aku, lenyap." Baginya, kehilangan adalah sebuah hal paling misterius dalam kehidupan. Sebab semasa hidup, ia tak pernah diberikan jawaban tentang pertanyaan bagaimana terjadinya kepergian. Yang kian menjadi usut utama dalam pikirannya yang terlampau berantakan, tidak pernah menuai sedikit pun arah. Jangankan kejelasan, secercah tanda pun ia tak pernah diberitahukan tentang bagaimana wujud dari jawaban akan pertanyaannya. Maka, kupersembahkan pada kalian, cerita tentang seorang laki-laki yang terus melanjutkan kehidupan meskipun tujuannya untuk tetap hidup, tidak ada. Hanyalah kehampaan tanpa tujuan, hanya sebuah harap yang tak kunjung menjadi kenyataan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Desir Arah
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • Izinkan sekali saja
  • The Blooming Lady [completed]
  • RAESHA (Revisi)
  • Janji yang Menemukan Rumah
  • Kenangan terindah (Completed)
  • AFKARA [END]

Jauh sebelum lintang bintang memudar Dia pernah berpikir ke arah mana kaki melangkah Dengan rasa lelah memuncah Tertatih-tatih kehilangan arah Lalu suatu ketika dipenutup oranye cerah Tangannya mengepal menemukan rumah Yang tak pernah menjadi pernah Dan dia merengkuh kesah Pelangi pernah bilang bahwa dia manusia paling pelupa mengenai jalan pulang, sedangkan Haysel pernah bilang bahwa ia hanya anak cowok yang tidak punya jalan pulang. Dari sebalik ruang gelap kamar sunyi milik Russel, cowok itu bergumam sendu. Ia bingung, bagaimana caranya mengumpulkan keberanian untuk pulang? "Belum pulang?" "Sebentar lagi," jawabnya merengkah senyum cerah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines