Embun

Embun

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 17, 2022
"Ketika mentari menyapa, aku tak mampu untuk tetap ada. Aku, lenyap." Baginya, kehilangan adalah sebuah hal paling misterius dalam kehidupan. Sebab semasa hidup, ia tak pernah diberikan jawaban tentang pertanyaan bagaimana terjadinya kepergian. Yang kian menjadi usut utama dalam pikirannya yang terlampau berantakan, tidak pernah menuai sedikit pun arah. Jangankan kejelasan, secercah tanda pun ia tak pernah diberitahukan tentang bagaimana wujud dari jawaban akan pertanyaannya. Maka, kupersembahkan pada kalian, cerita tentang seorang laki-laki yang terus melanjutkan kehidupan meskipun tujuannya untuk tetap hidup, tidak ada. Hanyalah kehampaan tanpa tujuan, hanya sebuah harap yang tak kunjung menjadi kenyataan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salju Pertama di New York
  • Desir Arah
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kenangan terindah (Completed)
  • Izinkan sekali saja
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • The Blooming Lady [completed]

Menjadi putri seorang pengusaha ternama, tidaklah membuat Anna merasa bangga. Gadis berdarah seni itu tidak menyukai popularitas. Terlebih ayahnya selalu membanding-bandingkan Anna dengan prestasi kedua kakaknya, membuat Anna semakin benci terlahir dalam keluarga mereka. Karena pertengkarannya dengan sang ayah, Anna memutuskan untuk pergi. Mempertemukannya dengan Axelle Adams, seorang pria tampan yang memiliki hobi mempermainkan perasaan wanita berwajah Asia. Apakah Axelle mampu menopang Anna yang sedang berada di titik terbawah dalam hidupnya? Mampukah pria itu menjadi penengah antara Anna dan keluarga? Kisah ini tentang cinta, luka, keluarga, dan masa lalu. *** "Menjauhlah dariku." "Kenapa?" "Aku tidak sebaik yang kau pikirkan." "Aku tidak peduli siapapun dirimu." "Aku tahu kau seorang gadis yang baik, dan aku takut suatu saat kau akan hancur karenaku." "Hidupku bahkan sudah hancur jauh sebelum aku mengenalmu." *** (Follow dulu sebelum baca)

More details
WpActionLinkContent Guidelines