LUCERNA
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
Teruntuk laki-laki dengan mata indah yang ku lihat malam itu di depan sebuah lilin temaram dengan angin malam yang anehnya memberi ku kehangatan. Kau mengenaliku tak lebih dari tulisan-tulisan cengeng. di dalamnya hanya ada bualan dan khayal yang sering tercipta. Kutawarkan,mari duduk biar kuceritakan muasal sastra di kepalaku bahwa dahulu komikasi adalah barang mewah bagi seorang gadis yang bertumbuh dari pincang kasih orang tua Tiada keluh yang sampai pada telinga, bermain dengan sepi terlelap dalam abai, terus seperti itu sampai jenuh tak berkesudahan di balik kertas putih yang berawal tak bernoda kulukis tiga sosok layaknya keluarga bahagia; ayah, ibu dan aku di antara keduanya mempererat genggam. Kuceritakan betapa bahagianya aku,diantara genggam penuh cinta kala itu. setelahnya aku lebih suka bermain di atas kertas usang ketimbang menunggu kepulangan ayah dan ibu,yang terlalu larut dengan bingkisan pertengkaran bertoping egois Entah kapan mulainya aku harus memilih rumah ayah atau ibu. sejak kapan mereka memiliki dua rumah? tanya batin seorang gadis kecil yang kian bertumbuh dengan segala luka berbekas. bukankah hidup di dalam sebuah buku lebih asyik?pikirku. Aku bukan piala yang bisa digilir, aku ingin utuh seperti dongeng sebelum tidur. Lalu, Semesta menghadirkan sedikit celah untuk bertahan. Semesta menghadirkan sosok yang akan ku jadikan tokoh utama cerita ini. Tokoh utama yang akan menjadi sandar ku. Tokoh Utama yang akan menjadi rumah yang tak perlu diperdebatkan. Maka akan ku ceritakan semesta dan luka yang ku bawa dalam kumpulan kata dalam baris di cerita ini salam hangat,dariku.
All Rights Reserved
#94
gaga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALSTARAN [END]
  • I Love You
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Aksara Lingga
  • BALADA KEHIDUPAN
  • 🦋SENJA BERCERITA (END)🦋
  • Paradise
  • Sejenak Luka
  • DIKANESHA
  • Senja dan Jingga

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines