LUCERNA
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Teruntuk laki-laki dengan mata indah yang ku lihat malam itu di depan sebuah lilin temaram dengan angin malam yang anehnya memberi ku kehangatan. Kau mengenaliku tak lebih dari tulisan-tulisan cengeng. di dalamnya hanya ada bualan dan khayal yang sering tercipta. Kutawarkan,mari duduk biar kuceritakan muasal sastra di kepalaku bahwa dahulu komikasi adalah barang mewah bagi seorang gadis yang bertumbuh dari pincang kasih orang tua Tiada keluh yang sampai pada telinga, bermain dengan sepi terlelap dalam abai, terus seperti itu sampai jenuh tak berkesudahan di balik kertas putih yang berawal tak bernoda kulukis tiga sosok layaknya keluarga bahagia; ayah, ibu dan aku di antara keduanya mempererat genggam. Kuceritakan betapa bahagianya aku,diantara genggam penuh cinta kala itu. setelahnya aku lebih suka bermain di atas kertas usang ketimbang menunggu kepulangan ayah dan ibu,yang terlalu larut dengan bingkisan pertengkaran bertoping egois Entah kapan mulainya aku harus memilih rumah ayah atau ibu. sejak kapan mereka memiliki dua rumah? tanya batin seorang gadis kecil yang kian bertumbuh dengan segala luka berbekas. bukankah hidup di dalam sebuah buku lebih asyik?pikirku. Aku bukan piala yang bisa digilir, aku ingin utuh seperti dongeng sebelum tidur. Lalu, Semesta menghadirkan sedikit celah untuk bertahan. Semesta menghadirkan sosok yang akan ku jadikan tokoh utama cerita ini. Tokoh utama yang akan menjadi sandar ku. Tokoh Utama yang akan menjadi rumah yang tak perlu diperdebatkan. Maka akan ku ceritakan semesta dan luka yang ku bawa dalam kumpulan kata dalam baris di cerita ini salam hangat,dariku.
All Rights Reserved
#445
twins
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor Almira
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Sejenak Luka
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • I Love You
  • DIKANESHA
  • Brothers
  • Shena Aquella {SELESAI}.

Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines