Blood and the Traitor

Blood and the Traitor

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Oct 8, 2021
Aku adalah Dito. Anak pertama dari keluarga tidak jelas apa maunya. Umurku saat itu 8 tahun, tapi sudah dipaksa dewasa. Adik ku. Namanya Rita. Dia mendapat kasih sayang yang penuh. Sedangkan aku yang hanya melihatnya dari belakang. Dan aku lah yang seharusnya ditanya apakah aku baik-baik saja. Hidup disebuah rumah yang sederhana. Bersama dengan ibuku, dan adik dan ayah tiri ku. Aku bahkan tak ingin memanggilnya ayah. Orang yang aku percaya akan menggantikan kedudukan ayahku, bahkan hanya mengambil kebahagiaan ku. Mereka berkata, aku adalah anak yang lemah. Apakah itu salah? Apakah menjadi lemah itu salah ku. Disaat-saat itu aku hanya terus menyendiri dan menangis. Tak tau harus apa diriku yang masih kecil disaat itu. Mungkin mereka ada benarnya. Aku hanya seorang yang lemah. Bahkan ibuku pun membiarkan aku, dan trs saja begitu. Aku bahkan tak bisa menolong diriku sendiri ketika bajingan itu mencekik leher ku. Hari dimana aku hanya trs menggoreskan cutter ditanganku ketika merasa sakit. Dan hanya membenturkan kepala ke tembok ketika diriku sedang melupakan segala perkataan yang terus orang tua ku ucapkan. Jika mereka menginginkan aku pergi, tidak bisakah mereka mengatakan nya saja? Maka aku akan pergi jika itu memang yang mereka mau. Dan aku terus muak dengan kehidupan ku. Bahkan diriku sendiri. Dan pada akhirnya hanya sendirian. Memakan semua orang didesa kecil yang aku tinggali itu. Itupun sudah membuatku merasa puas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • Paradise
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • RAVENDRA
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • Maina & Maxim
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines