Mahda
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 30, 2023
Mengingat tentang masa kecil hanya membuat seorang Mahda Almahyra terluka. Gadis dengan bentuk wajah bulat itu banyak menyimpan luka. Menutupi perih dengan senyuman. Menahan sesaknya tangis dengan tertawa. Menyimpan banyak luka membuatnya harus bekerja keras tuk berpura-pura bahagia. Menjadi pribadi yang lebih sensitif tak membuat Mahda bisa menangis didepan banyak orang. Melainkan ia menjadi pribadi yang tertutup. Ku beri tau tentang satu rahasianya. 'Mahda trauma dengan makhluk tuhan berjenis laki laki.' Mangapa demikian? Mari temukan jawabannya didalam cerita! • • • Cerita yang sangat sangat berantakan. Karena hanya seorang penulis amatir yang bercita-cita menjadi penulis mahir. Jangan lupa vote dan komen pokoknya See you!❤️
All Rights Reserved
#203
sembuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • semua punya luka
  • LUKA
  • Different [END]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Juan [REVISI]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • SIDNEY
  • Air Mata Cinta

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines