We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mahda
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 30, 2023
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mengingat tentang masa kecil hanya membuat seorang Mahda Almahyra terluka. Gadis dengan bentuk wajah bulat itu banyak menyimpan luka. Menutupi perih dengan senyuman. Menahan sesaknya tangis dengan tertawa. Menyimpan banyak luka membuatnya harus bekerja keras tuk berpura-pura bahagia. Menjadi pribadi yang lebih sensitif tak membuat Mahda bisa menangis didepan banyak orang. Melainkan ia menjadi pribadi yang tertutup. Ku beri tau tentang satu rahasianya. 'Mahda trauma dengan makhluk tuhan berjenis laki laki.' Mangapa demikian? Mari temukan jawabannya didalam cerita! • • • Cerita yang sangat sangat berantakan. Karena hanya seorang penulis amatir yang bercita-cita menjadi penulis mahir. Jangan lupa vote dan komen pokoknya See you!❤️
All Rights Reserved
#404
sembuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia, Pangeran (Revisi)
  • SIDNEY
  • SINCERITY [COMPLETE]
  • Benalu [Terbit]
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Menyerah atau Bertahan?
  • semua punya luka
  • Juan [REVISI]
  • Nayara [ TERBIT ]

Joya Sheeva Atmaja, perempuan dengan sebutan "Peri Kecil" bagi Ayah kandungnya, kini mengalami banyak kepahitan dalam hidup. Kedua manik matanya telah dirampas untuk mempertontonkan adegan-adegan pilu yang menyengsarakan hidup ibunya. Kehidupan yang diagung-agungkan akan berjalan penuh kebahagian, ternyata menjadi jurang yang membawa segenap nestapa. Derai air mata telah jatuh bertubi-tubi seiring proses bertumbuhnya. Sayangnya, kesedihan itu tak cukup sampai di situ. Ia juga harus kehilangan cintanya. Cinta yang ia anggap sebagai kepercayaan terakhirnya. Kini, tak adalah yang tersisa atas nama cinta. Hidup terus berjalan, manusia-manusia baru bermunculan. Kini, ke manakah langkah kaki dan hati nurani itu memilih? Mungkinkah, masa-masa trauma itu akan kembali menjadi rentetan panjang tak berujung, ataukah berhenti menuju lorong penuh kebahagiaan? "Enggak ada kesedihan yang abadi, Jo. Karena kebahagiaan akan selalu punya ruang untuk hadir. Kita hanya perlu berdamai, berteman dengan bagian dari diri kita yang lainnya," ucap seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines