Bloody Night

Bloody Night

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 17, 2022
WpInfo
Fanfic
"Teruslah menangis. Selain aku, tidak ada orang lain yang bisa mendengarmu." Zan mengusap pelan air mata Arkan seolah tidak ada yang terjadi. "Ampuni aku Zan. Lepaskan aku. Aku tidak akan melawan mu lagi." Zan yang tidak tahan dengan ucapan Arkan mulai mencekik rahangnya dan menunjukan ekspresi marahnya. Selama ini Zan hanya menganggap Arkan sebagai koleksinya saja. Tidak lebih. Benda yang terlalu sering dimainkan ini membuat Zan semakin bosan. Arkan sudah bukan hal yang menyenangkan lagi. Disclaimer : Cerita ini murni ide dari author nan comel ini. Kalau ceritanya ga serem harap di maklumin, tapi seharusnya si serem yaaaaa :) jadi jangan lupa selesai baca, langsung comment, vote, dan jangan lupa juga untuk follow aku~ Best Regards Maliflwr
All Rights Reserved
#179
obsessed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2. NOT ME ✔️
  • SEAN
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Where am I?
  • Kevano Lebanon's
  • Make Me Be A Pshyco
  • Langit Yang Merenggut Cinta

Cakrawala Agnibrata, dia selalu menebar senyum ke semua orang meskipun dunianya sedang hancur berantakan. Sampai pada akhirnya kepura-puraannya untuk bahagia justru merenggut kewarasannya. Ia sakit mental. "Setelah sekian bulan saya mengamati perilakunya, saya bisa menyimpulkan bahwa Cakrawala, salah satu siswa terbaik di SMA Elang. Dia mengidap OCD (Obsessive-Compulsive Disorder)" "Kamu ngapain sih temenan sama Cakra? Dia itu sakit mental!" "Cakrawala, bilang sama Bang Mara, siapa yang mukulin kamu? Kamu bilang temen-temen kamu sayang sama kamu. Kalau mereka sayang sama kamu, nggak mungkin kamu setiap pulang sekolah selalu bawa luka lebam yang baru." "CAKRAWALA!" Suara Tigu menggelar bagaikan petir. Tangan kirinya menggenggam kuat sebuah raket yang akan dia pukulkan ke tubuh Cakrawala. "KELUAR KAMU CAKRA!" Cakrawala menyembunyikan diri di dalam lemari baju. "Bunda... badan Cakra sakit semua dipukulin Ayah. Bunda, tolong jemput Cakra. Cakra mau pulang sama Bunda..." [FOLLOW DULU SEBELUM BACA] [PART MASIH LENGKAP] #Series Me 1 Cover by anaa.inii

More details
WpActionLinkContent Guidelines