Gus Dan Gadis Bunga (End)

Gus Dan Gadis Bunga (End)

  • WpView
    Reads 554
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di antara riuhnya Gebyar yang di adakan di Ryun internasional High school, Tsaqif As Sabiq, putra seorang kiai terpandang di kota Jakarta, melihatnya untuk pertama kali. Seorang gadis dengan wajah datar, Namun auranya terlihat selembut kelopak bunga dan menimbulkan tatapan yang menyimpan dunia yang tak ia mengerti. Ia tak tahu namanya, tak tahu dari mana asalnya. Yang ia tahu, sejak hari itu, bayangan gadis itu menetap di sudut pikirannya. Tsaqif menyebutnya 'Gadis Bunga'. Sebutan yang terasa akrab, meski ia belum pernah mengucapkannya langsung. Ia mencoba mencarinya, menelusuri jejak samar yang ditinggalkannya di antara keramaian. Namun, seperti angin yang membelai lembut lalu menghilang, gadis itu seakan tak pernah ada. Siapa dia? Mengapa pertemuan sesingkat itu mampu mengguncang keyakinannya? Di antara batas yang ia junjung dan perasaan yang tak bisa ia abaikan, Tsaqif mulai memahami bahwa takdir sering kali bersembunyi di balik teka-teki. Dan terkadang, sebuah nama bukanlah awal dari sebuah kisah-melainkan pencarian yang akan mengubah segalanya. Namun, apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali, atau gadis itu hanya sekuntum bunga yang mekar dalam ingatan?
All Rights Reserved
#889
pondokpesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 10. Saktah
  • Cinta DyaDra | On Going
  • Pena santri in love
  • Takdir Bersama Kita ! (REVISI)
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • ANAFI  cinta atau takdir (on going)
  • F A T E |NA Jaemin|

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

More details
WpActionLinkContent Guidelines