We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stray Heart

Stray Heart

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa lo ngelakuin itu semua? Lo enggak puas ganggu gue?" "Dia itu musuh gue. Jangan dekat-dekat sama dia!" "Gue enggak perlu tahu kalian musuh atau enggak. Yang penting, jangan sampai lo manfaatin gue untuk ngejatuhin dia. Kalau sampai kejadian, gue enggak akan pernah maafin lo." Nada pergi meninggalkan cowok itu, sambil berusaha mengontrol gejolak perasaan aneh yang bersemayam di dadanya. Kalau mengingat semua memori tentang dia dan dia, Nada jadi tak habis pikir dan tak tahu lagi harus berbuat apa. Entah kenapa semuanya mendadak sesulit ini. Jauh sebelumnya, Nada bahkan tak pernah menyangka kalau dirinya akan terjebak di antara dua orang yang saling menyimpan benci. Antara Nada, dia dan dia.
All Rights Reserved
#390
cewek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • FOR YOU...
  • Bawa Aku Pulang
  • Believe in You [END]
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • ELVANADINE
  • Nadi Membenci Hati
  • SENANDIKA [ON GOING]
  • Bian The Cold Boyfriend
  • HUBUNGAN (Tamat)

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines