S.i.x T.e.e.n

S.i.x T.e.e.n

  • WpView
    Leituras 4,686
  • WpVote
    Votos 478
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadConcluída seg, mar 9, 2015
WpInfo
Ficção
Romance
Aku bahagia dapat hidup bersama keluarga kecil ku ini. Tapi di halik kebahagiaanku ini, jangan pikir aku melupakanmu. Aku tetap mengingatmu sayang, dan aku terus merindukanmu sayang. Darah ini, darahmu sayang. Darah anak-anakku, darah kamu juga sayang. Aku mencintaimu sayang. Aku tidak dapat menggapaimu lagi, tapi aku dapat merasakanmu sayang. Aku harap kamu bahagia di alam kamu sayang. Cukup banyak yang kamu tinggalkan sayang, darah ini, nisan ini, dan hati ini. Setiap mengingatmu, aku akan selalu tersenyum sayang. Aku tidak akan menangis, karna hadirmu itu membuatku bahagia sayang, bukan membuatku sedih. I will keep all of this babe, all, all about you. I love you my superhero. I love you my hope. I love you Bagas.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • BarraKilla
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ALSTARAN [END]
  • Remember?
  • BE MINE!! [Forth Coming]
  • RadenRatih
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Dear You

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo