We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tangisan Terakhir Cahaya

Tangisan Terakhir Cahaya

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
⛔Warning typo bertebaran!! no plagiat [kalau kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, itu plagiat] Cahaya Alibia seorang gadis yang cocok dengan sebutan "eccedentesiast" dia tumbuh dengan lukanya yang kian demi hari di terjang masalah entah dari circle pertemanan, percintaan dan keluarga dahulu,dia menjadi gadis yang amat sangat bahagia. sampai pada suatu ketika ayahnya yang sangat ia sayangi meninggalkan nya Karena mengalami serangan jantung dari situlah masalah demi masalah datang menjadi beban cahaya *-* "Ayah jangan pergi ya,tungguin cahaya sampai jadi gadis yang besar dan cantik" ujarnya "iya sayang, doain ayah semoga ayah bisa bertahan dan terus menemani cahaya sampai cahaya besar ya." ucap pak hari sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang cahaya "Cahaya sayang ayah" kemudian mereka berhambur ke pelukan sang ayah *-* Jangan nangess!! Start : 10/10/2021 Finish : -
All Rights Reserved
#37
eccedentesiast
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dersik.
  • Esya {TERBIT}
  • When I See Them, I'll Scream [end]
  • You Are My Medicine [END]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Koleksi Humor Elemental
  • Possessive Badboy [END]
  • DIFFERENT [SELESAI]
  • TWIN FLAME { ON Going! }
Dersik.

Blurb: Aku ingin jujur satu hal pada Ibu. Mungkin jika aku mengatakan hal ini secara langsung, Ibu akan marah padaku. Tapi, Bu, ketahuilah bahwa aku telah berusaha. Aku bisa bertahan sampai sejauh ini, merupakan hal yang patut dibanggakan. Bu, apa Ibu tahu? Aku pernah jatuh, ke sebuah lubang gelap yang sangat dalam. Aku kehilangan diriku di sana, aku bahkan tidak bisa memikirkan apapun, selain ingin segera menghilang. Tapi, kehilangan telah mengajarkanku banyak hal. Dari situ akhirnya aku mulai sadar bahwa 'Orang yang menangisimu ketika melihat kamu terluka, adalah orang yang benar-benar peduli dan sangat menyayangimu.' Bu, hari ini aku akan pulang. Aku harap Ibu menyambutku dengan gembira. Tidak peduli seberapa marah Ibu padaku nantinya, aku tetap ingin Ibu memelukku dengan erat. "Aku ingin bebas, Bu. Seperti angin yang berembus kemana saja." WARNING!: 18+ (Terdapat unsur kekerasan fisik dan batin, harap bijak dalam membaca.) @Created Novel by Lilyana Caroline 2021 August

More details
WpActionLinkContent Guidelines