Namikaze Boruto, atau yang biasa dikenal dengan Boruto merupakan pakar arkeolog yang terkenal seantero dunia. Boruto sering kali membuat dunia terperanjat akibat tumpukkan artefak yang jarang ditemui para arkeolog lain. Bukan hanya itu saja, Boruto juga sudah menulis 10 buah buku tentang perjalanannya yang penuh lika-liku. Bahkan, tercetak di bukunya, Boruto hampir mati berkali-kali selama di perjalanan.
Sampai akhirnya, semua penemuan dan buku yang ditulisnya itu, membuat salah satu profesor menaruh harapan besar padanya. Sebut saja profesor itu Katasuke.
"Mari kita bekerja sama, Namikaze Boruto. Selaku anak dari Namikaze Naruto yang dulunya arkeolog handal seperti dirimu." ujar Katasuke sembari membenarkan posisi kacamatanya.
"kenapa harus aku? aku memang seorang arkeolog, tetapi yang kau sampaikan semua padaku, hanyalah mitos semata dan khayalanmu yang terlalu kekanak-kanakan." Boruto berdiri tegak dari posisinya, bermaksud untuk keluar. Tetapi, pernyataan yang terlisan dari mulut Katasuke dapat menghipnotisnya.
"usut punya usut, di tempat itu ada kerangka kelelawar purba dan teka-teki tulisan tembok milik Eropa pada saat zaman purba loh. Bagaimana, kau setuju tidak?"
segera Boruto memutar matanya malas. Di relung hatinya, dia ingin sekali ke tempat yang sudah Katasuke jelaskan. Tetapi, ada trauma besar yang membuatnya takut untuk pergi ke sana.
"oh ayolah Boruto. Aku yakin kau menyukainya kan? kau dapat menemukan itu semua. Dan aku akan mendapatkan informasi tentang-"
"ah baiklah. aku terima." Pangkas Boruto tanpa pikir panjang.
"Dimohon kepada pembaca yang dibawah 15 tahun, jangan membaca ini dulu. Soalnya ya gitu deh."
Karir dan buah hati yang sama-sama penting untuk seorang wanita bernama Shani. Ketika anaknya beranjak dewasa, Shani dihadapkan dengan pilihan sulit.
"Dunia bunda itu karir bunda atau aku?!"
Gadis yang bernama Christy-anak semata wayang Shani dan suaminya itu mulai paham bagaimana kasih sayang seorang ibu yang sesungguhnya.
"Bunda ga bisa lepasin gitu aja pekerjaan bunda. Semua ini butuh perjuangan untuk bunda dapatkan sayang"
Bagaimana kehidupan mereka jika terus berdebat dengan hal yang itu-itu saja? Apakah Shani akan berubah demi anaknya? Atau justru Christy yang mengalah untuk menerima bundanya yang super sibuk?