SERINDU

SERINDU

  • WpView
    Membaca 151
  • WpVote
    Vote 46
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Nov 9, 2021
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dimulai dengan pertemuan pasti adakalanya juga di akhiri dengan perpisahan. Hidup itu juga tidak selalu bahagia dan tersenyum, tentu ada sebuah rintangan perjuangan hingga muncul rasa sedih, lelah dan menyebalkan. Bahagia itu relatif. Setiap orang pasti memiliki arti bahagia sendiri-sendiri. Manusia bisa menciptakan kebahagiaan sendiri. Seperti orang tua yang akan bahagia apabila melihat anaknya yang selalu tersenyum dan ceria, begitu juga sebaliknya anak yang akan merasa bahagia apabila kedua orang tuanya selalu sehat. Definisi kebahagiaan bisa dalam bentuk kesehatan, kesuksesan, dan bukan hanya kekayaan atau materi saja. Kirani Putri Fadia dan Adenatta Harsi Gabribo Mereka memiliki pemahaman yang sama dengan arti hidup dan bahagia. Mementingkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, apakah sudah terpenuhi atau belum. Mereka hampir memiliki kisah hidup yang sama, ditinggal orang tersayang, merasakan sepi suatu masa dimana ada seorang anak kecil bertanya. "Apakah selama ini aku ngga bahagia?" -Adenatta Harsi Gabrino "Bahagia kok." Jawab Kiran Fadia. Story by : @sebuahrasaa_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#102
saeron
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Let Me Love You Longer
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • NAVILLERA
  • Empty | 00L NCT Dream
  • ETERNITY [END✓]
  • FIZYA
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan