SERINDU

SERINDU

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 9, 2021
Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dimulai dengan pertemuan pasti adakalanya juga di akhiri dengan perpisahan. Hidup itu juga tidak selalu bahagia dan tersenyum, tentu ada sebuah rintangan perjuangan hingga muncul rasa sedih, lelah dan menyebalkan. Bahagia itu relatif. Setiap orang pasti memiliki arti bahagia sendiri-sendiri. Manusia bisa menciptakan kebahagiaan sendiri. Seperti orang tua yang akan bahagia apabila melihat anaknya yang selalu tersenyum dan ceria, begitu juga sebaliknya anak yang akan merasa bahagia apabila kedua orang tuanya selalu sehat. Definisi kebahagiaan bisa dalam bentuk kesehatan, kesuksesan, dan bukan hanya kekayaan atau materi saja. Kirani Putri Fadia dan Adenatta Harsi Gabribo Mereka memiliki pemahaman yang sama dengan arti hidup dan bahagia. Mementingkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, apakah sudah terpenuhi atau belum. Mereka hampir memiliki kisah hidup yang sama, ditinggal orang tersayang, merasakan sepi suatu masa dimana ada seorang anak kecil bertanya. "Apakah selama ini aku ngga bahagia?" -Adenatta Harsi Gabrino "Bahagia kok." Jawab Kiran Fadia. Story by : @sebuahrasaa_
All Rights Reserved
#758
dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abrega
  • Delayed happiness
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Empty | 00L NCT Dream
  • ETERNITY [END✓]
  • Let Me Love You Longer
  • Buku Harian Bahagia
  • Become an Extra or Main Character [END]
Abrega

"Aneera," panggil Abrega. "Hmm?" sahut Aneera seraya menatap Abrega. "Tujuan hidup lo apa?" Aneera memicingkan matanya. "Kenapa emang tanya tanya tujuan hidup gue?" "Karena sayang." "Apasih?" "Ya lagian, ya karena mau tau dong, pake nanya" Aneera menghembuskan nafas. "Tujuan hidup gue itu, bikin diri gue sendiri bahagia, dan orang-orang yang disekitar gue juga bahagia." Abrega tanpa sadar tersenyum tipis. "Gue boleh minta tujuan hidup lo nggak?" "Maksudnya?" Abrega menatap kedalam mata Aneera. "Iyaa, soalnya gue mau bikin lo bahagia." Aneera terdiam beberapa detik, terkunci oleh kata-kata dan juga tatapan mata dari Abrega. "Kenapa mau bikin gue bahagia? kenapa nggak bikin diri lo sendiri aja yang bahagia?" Abrega yang mendengar itu tersenyum sangat tulus dari hatinya yang paling dalam. "Kan kalo lo bahagia, gue juga bahagia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines