Deep_Sleep_Vashla

Deep_Sleep_Vashla

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 10, 2021
Kehidupan selalu memiliki keseimbangan di dalamnya. Saat ada orang-orang yang berpesta tiap harinya, ada sekumpulan orang juga yang sedang kesusahan hanya untuk bertahan sampai esok hari. Vashla adalah seorang gadis yang tak mengerti alasan akan keberadaan kata "hidup" maupun "mati", karena ia tak menemukan perbedaan di antara keduanya.
All Rights Reserved
#41
2dunia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aishiteru
  • Something About You [END]
  • Cadar yang Pudar
  •  HAZELA
  • The Main Character (END)
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • Falling into the World of Modeling
  • About Nala [Selesai]
  • A Dan A by Nia alawiyah
  • ZAWIL
Aishiteru

"kau terlalu ikut campur urusanku!memangnya kau itu siapa?mulai sekarang jauhi aku!"Yusuf menatap tajam ke arah gadis di depannya. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung. Iris mata Aru melebar, ada dirinya berbuat kesalahan untuk ke dua kalinya? Ombak laut bergemuruh mengiasi malam yang tidak pernah di inginkan si gadis. Aru melepaskan satu sandalnya dan tanpa ragu melemparkan ke arah laki-laki yang tengah berjalan menjauh darinya. "Buggh!" Sandal itu tepat mengenai tengkuk Yusuf. "Kenapa kau selalu menutup mata?bukalah matamu dan lihatlah ke depan dasar bodoh! masih ada banyak orang yang peduli kepadamu, jangan memendam masalah sendiri! ceritalah kepadaku atau kepada orang yang kau percayai aku tahu itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi hal itu bisa akan meringankan beban pikiranmu."Aru berbicara dengan lantang. Yang membuat langkah kaki laki-laki bermanik coklat itu terhenti. Yusuf membalikan badan, lalu menatap gadis bersurai coklat itu dengan mata sayu. Mata mereka saling bertemu. Angin laut menerpa tubuh mereka, membuat rambut ikal berwanran coklat milik sang gadis bergibassan kesana kemari. Yusuf mengambil sandal pink yang berada di depannya lalu perlahan menghampiri Aru. "jika aku memberi tahu beban pikiranku, aku takut membuatmu atau orang di sekitarku merasa sedih, aku tidak ingin merusak kebahagian orang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines