Timur, Barat, Utara, Selatan.
Semua saling berkaitan, meskipun berjalan saling menjauh. Jika bumi itu bulat, berjalan ke arah Barat sejauh apapun tetap akan bertemu dengan arah yang sebelumnya kita anggap Timur, dan sebaliknya.
Semua ada untuk saling melengkapi, saling membutuhkan.
Ibarat siang dan malam, hitam dan putih, mereka saling mengisi.
Akan tetapi bagaimana, jika ada orang yang teramat sangat membenci dengan satu arah?
Arah yang katanya mengawali pagi hari..
Arah dimana matahari pertama kali muncul..
Arah dimana awal mula harapan kehidupan dibangun setiap harinya..
Tak ada yang abadi, begitupun kebencian akan sesuatu.
Tapi hidup penuh misteri, meskipun berawal dari semu.
**
Kisah ini hanya fiktif belaka.
Jika ada kesamaan nama, alur, dan tempat, itu semua hanya ketidaksengajaan.
Menghargai originalitas, sama dengan menghargai diri sendiri sebagai manusia yang berbudi.
Pelanggaran terhadap plagiat, sudah diatur dalam undang-undang Negara.
So.. no copy! no plagiat!
***
Tak kenal maka tak sayang..
Baca dulu sepuluh chapter biar makin terbayang..
cintailah dirimu terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain.
👨👩👧👧💔
Sekarang rumah bukan lagi tempat paling nyaman bagi gadis itu, bukan lagi tempat kepulangan yang paling di tunggu-tunggu.
Baginya rumah sekarang tempat paling sepi, tempat paling menyeramkan. Walaupun ada banyak orang di dalamnya.
Ia merindukan suasana rumahnya yang dulu. Penuh kedamaian dan keharmonisan dan tidak ada pertengkaran. Selalu ada kasih sayang diantaranya, tapi sekarang rumah menjadi tempat yang paling ia benci.
Berlakon menjadi gadis yang tidak tahu apa-apa padahal, banyak yang ingin ia suarakan justru menyiksa. Berpura-pura tuli seakan-akan tidak pernah mendengar apapun tapi, ternyata itu sulit.
Pergi, satu kata yang sudah lama terlintas dari dalam pikirannya. Namun, ada beberapa orang yang ingin diselamatkan bukan, bukan beberapa orang, tapi semuanya.
Yang ingin ia singkirkan bukan orangnya, tapi permasalahannya. Kepada rumah yang sekarang bukan benar-benar rumah yang layak huni. Bangunan paling bersejarah, yang menyaksikan gadis ini tumbuh dan besar sekuat baja.
👇👇
Ini bukan cerita tentang seorang anak yang selalu di manja dan disayangi oleh orang tuanya tapi ini cerita tentang seorang anak yang selalu diperlakukan berbeda oleh orang tuanya sendiri dan merasa diasingkan.
Ini bukan cerita tentang kisah seorang gadis yang bahagia dengan keluarganya tapi ini kisah seorang gadis dengan berbagai macam penderitaan.
Cerita ini mengisahkan hidup seorang gadis yang selalu dibenci oleh orang tuanya, teman sekolah, saudaranya dan bahkan orang asing yang tidak mengenalnya.
Bagaimana rasanya tanpa kasih sayang orangtua?? Sedih, sakit, dan miris.
pesan
Author's
keluarga besar WATTPAT SEJATI