Elegi 'Timur'

Elegi 'Timur'

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 24, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Timur, Barat, Utara, Selatan. Semua saling berkaitan, meskipun berjalan saling menjauh. Jika bumi itu bulat, berjalan ke arah Barat sejauh apapun tetap akan bertemu dengan arah yang sebelumnya kita anggap Timur, dan sebaliknya. Semua ada untuk saling melengkapi, saling membutuhkan. Ibarat siang dan malam, hitam dan putih, mereka saling mengisi. Akan tetapi bagaimana, jika ada orang yang teramat sangat membenci dengan satu arah? Arah yang katanya mengawali pagi hari.. Arah dimana matahari pertama kali muncul.. Arah dimana awal mula harapan kehidupan dibangun setiap harinya.. Tak ada yang abadi, begitupun kebencian akan sesuatu. Tapi hidup penuh misteri, meskipun berawal dari semu. ** Kisah ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, alur, dan tempat, itu semua hanya ketidaksengajaan. Menghargai originalitas, sama dengan menghargai diri sendiri sebagai manusia yang berbudi. Pelanggaran terhadap plagiat, sudah diatur dalam undang-undang Negara. So.. no copy! no plagiat! *** Tak kenal maka tak sayang.. Baca dulu sepuluh chapter biar makin terbayang..
All Rights Reserved
#448
klasik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • NOESIS [END]
  • LYBLOP [✓]
  • Arsyilazka
  • Loving Like The Sun
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ASMARALOKA || Love or Reality?
  • Nayara [ TERBIT ]

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines