Story cover for My FriendShip by firdasartika
My FriendShip
  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 20, 2014
kringgg!!! 
bunyi bel istirahat telah berbunyi, banyak murid-murid berlomba untuk tiba dikantin. Geng the colourful telah duduk dikantin menunggu pesanan. mereka 8 orang anak yaitu Marcel, Rio, Steven, Febby, Pricilla, Ify, Shilla, Sivia. mereka telah biasa menjalin persahabatan dengan berbentuk geng. walaupun geng mereka tetap rendah hati. saat dikantin mereka bercanda tawa membuat suasana menjadi gembira karena habis melewati pelajaran mematikan, apa lagi kalo bukan matematika. 
setelah puas berada dikantin mereka menuju taman belakang sekolah, tempat favorit mereka. 

***
Sebelum pulang kerumah masing-masing mereka pergi jalan-jalan. ditengah jalan mereka melihat banyak orang berkerumun, karena penasaran apa yang terjadi mereka memutuskan untuk melihat. Dan ternyata ada seseorang yang mengadakan sayembara untuk mendapatkan peta menuju istana yang indah. mereka tertarik dan mengikuti sayembara tersebut. tak disangka mereka mendapatkan sayembara tersebut. mereka senang sekali melompat sambil berpegang tangan karena mendapatkan sayembara tersebut. "guys, kertas ini gue yang bawa yah? besok kita putusin bareng-bareng kapan dan apa saja perlengkapan yang akan kita bawa" Shilla memberi saran. "kenapa harus besok? kenapa ga sekarang aja? atau lo ingin mencari sendiri yah mentang-mentang tuh peta lo tau jalannya" ucap Sivia penuh curiga. "hahaah, Sivia lo udah kenal gue berapa tahun sih? sampek negatif thinking gitu" jawab shilla sambil tertawa lepas karena Sivia yang konyol. "abisnya lo sih pake besok segala berundingnya" Sivia dengan muka manyun. "udah tenang aja, Shilla ga mungkin kayak gitu. kita semua kan sahabat" kata Febby. "iyah, lagipula bentar lagi mau malam jadi lebih baik besok aja kita rundingin" Ify menambahkan. setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing.
All Rights Reserved
Sign up to add My FriendShip to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Forever Friends ( End ) by lilialestari9
11 parts Complete
Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#
Fractured Cheerfulness (On Going) by Baperterussss
24 parts Ongoing
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
Strong Girl [TELAH TERBIT] by memelfit
42 parts Complete
Beberapa bab ditarik karena sudah terbit:) AWAL PUBLISH : MARET 2017 *** WARNING : Cerita ini SANGAT berbahaya! Membuat mata bengkak, ingin mengumpat terus-menerus, membuat Anda berpikir keras, dll. Ilustrasi foto beda2, itu terserah kalian aja. Foto cuma ngeilustrasiin pose dll. Sekian. Terima kasih. Bisa dibaca tanpa membaca "Devil Girl" terlebih dulu *** Tidak selamanya kehidupan kita akan terus berjalan mulus, akan ada saatnya hidup kita mendapat ujian. Tidak selamanya juga hidup kita selalu mendapat ujian, akan ada saatnya kebahagiaan datang menghampiri. Debriefing : Q : "Berubah?" A : "Iya." Q : "Mengapa?" A : "Entah, mungkin karena ada yang menginginkan ini semua." Q : "Merasa ada yang kehilangan?" A : "Kurasa tidak." Q : "Bagaimana mungkin?" A : "Mungkin saja." Q : "Mengapa sangat yakin?" A : "Karena tidak ada yang menginginkanku 'di sini'." Q : "Dimana maksudnya di sini?" A : "Keluarga." Q : "Bagaimana bisa tau bahwa keluarga Anda tidak menginginkan Anda? Bagaimana bisa menyimpulkan seperti itu?" A : "No coment." Q : "Apa yang mereka lakukan?" A : "No coment." Q : "Lalu, bagaimana Anda bisa melewati semuanya? Dengan apa?" A : "Smile, because that's all I can do." ☜Sometimes it's better to be alone, so no one can hurt you☞ ⏪?????⏩ Happy reading? ⏪?????⏩ Simpulan komentar : Membingungkan, gak jelas alurnya, nangis, ngakak, kecewa, bahagia, dll. Sekuel Devil Girl, Book 2 📚 Cover by Mel ≈Strong Girl, @memelfit | ©2017 | All Rights
You may also like
Slide 1 of 10
Forever Friends ( End ) cover
Meet and Pass cover
SalFlo cover
The First, Not the Last cover
... cover
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
7 JANJI DARI LANGIT cover
Strong Girl [TELAH TERBIT] cover
Kisah Klasik Dua Bulan Terakhir cover
✔ Lovemorphosa [completed/revised] cover

Forever Friends ( End )

11 parts Complete

Clara minum teh manis hangat yang tadi pagi dia siapkan dalam termos kecil kesayangannya. Menghirupnya secara perlahan untuk merasakan aroma teh melati yang harum berbalur sedikit rasa manis. Karena Clara tidak terlalu suka rasa teh yang terlalu manis. Cukup senyum manisnya Gibran cowok tercintanya saja yang Clara sukai. Pagi ini Gibran belum memberinya kabar , terakhir sore kemarin Gibran mengirim pesan kepada Clara di obrolan pribadi hanya menanyakan Clara ada dimana , apakah sudah sampai dirumah dan sudah makan siang. ----- Clara langsung bangkit dan menempatkan termosnya diatas meja lalu keluar kelas untuk mulai menyambut kedatangan teman-teman kecilnya didepan pintu kelas. "Ibu guru ... aku udah berani sendiri dong." " Liat deh , mamaku anterin aku sampai pintu pagar aja ." kata Sena dengan bangganya. "Oiya ya ... mama Sena cuma anterin sampai pintu pagar." "Alhamdulillah ya Sena berhasil pagi ini." lanjut Clara sambil melangkah maju menyambut Sena dan berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan tinggi badan Sena. ----- "Ibu guruuuu.... ada ular !" teriak Sena "Ada ular ... Awas teman-teman hati-hati , kita lapor polisi bu guru ." ucap Raya dengan suara cemprengnya sibuk berteriak-teriak sehingga memancing teman-temannya yang perempuan untuk ikut berteriak-teriak heboh. "Bu guru ... kenapa cacingnya gak dibunuh aja bu." "Kan cacingnya udah gangguin kita tadi." "Iya bu guru ... cacingnya pasti gak mandi sama sikat gigi deh." tambah Hanin dengan suara cemprengnya menimpali ucapan Nilam ----- #Proses revisi per Bab# #Mohon maaf bila tidak nyaman#