We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku,Kamu dan Luka

Aku,Kamu dan Luka

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 12, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku membencimu sialan"teriak Gasha lantang hingga urat lehernya bermunculan. "Aku lebih membencimu Gasha,karenamu hidupku hancur"teriak Deka tak kalah lantang. PLAKK!! Deka memalingkan wajahnya kesamping karena tamparan keras dari Gasha. "Pukul aku Sha,pukul lebih keras.Aku lebih baik mati daripada hidup dengan dirimu"kata Deka dengan mata memerah.Gasha dengan amarah yg membuncah segera berlalu pergi meninggalkan Deka yg dengan keadaan mengenaskan. Bagaimana bisa cinta pertamamu adalah orang yg menghianatimu?bagaimana bisa orang yg paling kamu sayang menjadi luka paling parah dalam hidupmu? Semua berantakan.Hatiku berantakan. 'Sosokmu sudah hilang hanya dengan terbawa angin,tapi luka yg kau berikan masih lama mengering' -Catharina Deka Agasia. 'Aku iblis yg selalu mengukir luka indah untukmu,aku masih sangat menyayangimu cintaku' -Ferazaxio Gashaka
All Rights Reserved
#100
dijodohkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear of Natasya
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • TITIK AKHIR.
  • GARA IS MINE
  • She(r)
  • The Story Of Aghea
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • [2] Keluarga Kaktus | Ondah Family

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines