No Longer

No Longer

  • WpView
    Reads 1,399
  • WpVote
    Votes 204
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 28, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
"Jadi bagaimana? Mau mengajariku resonansi tidak?" Tiba-tiba saja Doyoung sudah merangkak mendekati Taeil. Menatap sang Hyung lekat, ia berucap setengah berbisik, khas suara husky-nya, "Resonansi terbaik bermula dari rongga mulut, dihantarkan ke seluruh organ resonator hingga mendorong suara menggema lantang ke depan. Teknik vokal rumit yang hanya bisa dilakukan olehmu sejauh ini." Doyoung mendekatkan bibirnya tepat di hadapan bibir Taeil. "Aku penasaran, apa kau benar-benar hebat berurusan dengan mulutmu?" ------------------------------------------ Menggeluti industri hiburan yang sarat persaingan, bukan berarti menyurutkan membangun hubungan. Karena sejatinya ... hiburan adalah tentang kenyamanan menjalani kehidupan. Walau terkadang harus takluk pada seleksi alam yang menghadapkan kawan menjadi lawan. Pertemuan dan perpisahan tidak lagi terelakan. Hubungan dan ikatan tidak lagi tertahankan. Seperti malam berhujan yang tidak lagi menawarkan kehangatan. Seperti dia ... yang tidak lagi sejalan. No Longer.
All Rights Reserved
#387
jungwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FIRASAT | NCT 127 | (END)
  • MUTE BOY [MARKHYUCK]✔
  • From Home || NCT 127 [SUDAH TERBIT]
  • Seven Boys With Me
  • Late Regret
  • Jauvan's Journey  - Han Jisung
  • The Highway to Heaven | Lee Taeyong [✓]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Silent Heart!
  • Mean of Love [ML]

Firasat Aku berjalan menuju ruang musik. Setelah sampai, Aku duduk dikursi di hadapan sebuah piano. Aku menghela nafas dan menghembuskannya secara perlahan lalu mulai memainkan pianonya. Hingga menciptakan alunan musik dari tuts-tuts piano itu, kemudian Aku mulai bernyanyi. "Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu Desau angin meniupkan namamu Tubuhku terpaku" "Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu Tabur bintang serupa kilau auramu Aku pun sadari, ku segera berlari" 'Tes' Air mataku melolos begitu saja, membuat pipi ku basah. "Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi Firasatku ingin kau tuk cepat pulang Cepat kembali, jangan pergi lagi" Tiba-tiba hawa di ruangan musik ini mendadak menjadi dingin. bahkan buluk kuduku sudah merinding. Tapi aku tidak peduli dan tetap bernyanyi. "Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara Semoga ada waktu sayangku" Jantungku mulai berdebar. Kenapa aku jadi takut seperti ini? "Ku percaya alam pun berbahasa Ada makna di balik semua pertanda Firasat ini rasa rindukah ataukah tanda bahaya Aku tak peduli, ku terus berlari" Tangan ku mulai bergetar. Entah, rasa takut ini menyebar. Perasaan ku mulai tidak enak. Kenapa aku jadi begini? Seharusnya aku senang Karena mungkin ini pertanda Miyeon datang. "Cepat pulang, cepat kembali, jangan pergi lagi Firasatku ingin kau tuk cepat pulang Cepat kembali, jangan pergi lagi Dan lihatlah..." sampai aku menyelesaikan lirik terakhir ku. 'Deg' . . . *** gara-gara gak sengaja suka dengerin lagu firasat jadi kepikiran buat bikin ff ini bulan Agustus lalu 😁. Cover by Shihan..

More details
WpActionLinkContent Guidelines