Beranda

Beranda

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu boleh singgah, tapi tidak untuk menetap. Aku memang mengizinkanmu duduk di sampingku, tapi bukan berarti kau bisa menyentuh kepalaku sesukamu. Ayahku saja tak melakukannya setelah aku dewasa, kecuali kau memang ingin menjadi ayah dari anak-anak kita. _______ Lusi Aprilia. Panggil saja April, wanita mandiri yang ingin tidur seranjang bersama seorang pria yang dicintai. Tapi, Ia tak punya keberanian berkomitmen dalam hubungan pernikahan hingga usianya dua puluh delapan tahun. Akankah ada seorang pria yang mampu meyakinkannya untuk menikah dan membangun tangga? Ataukah April selamanya akan tidur sendiri karena terbelenggu oleh ketakutan tentang pernikahan? Keraguan. Egois. Uang. Hutang. Persahabatan. Cinta. Keluarga. Perceraian. Akan menjadi pelengkap dalam perjalanan April.
All Rights Reserved
#55
uang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Derana Duka (lengkap)
  • Get out of Hand [Completed]
  • Back in Time [TAERIN] ✔
  • TRAUMA DAN CINTA [END]
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • Cinta Sendiri
  • Pria Simpanan

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines