
Kembali kusapa kematian layaknya teman lama, setelahnya, kemudian terpampang di cermin yang mulai retak presensi diriku yang tengah menyesali hal yang seharusnya tidak aku ketahui. Namun, semuanya terlalu terlambat. [Ini cerita lama banget, dan gak tahu akankah kulanjutkan apa cuma jadi draft, tapi yaudah- dipublish aja dah. Penulisannya masih banyak yang cupu karena belum pernah aku revisi :") Tolong dimaklumi bang.]All Rights Reserved