Leon dan Sangga resmi berpacaran sejak kelas XI SMA pada 2017. Lima tahun bersama, melewati masa putih abu-abu, tugas akhir kuliah, hingga wisuda, hubungan itu akhirnya berakhir pada 2025. Ironisnya, enam bulan setelah sama-sama lulus, mereka justru masih tinggal satu atap di sebuah apartemen di Jakarta Selatan.
Bukan karena belum selesai satu sama lain. Tapi karena kontrak sewa unit dua kamar itu sudah dibayar lunas untuk setahun ke depan. Tak ada yang cukup punya uang untuk pindah. Leon, lulusan Seni Musik Institut Kesenian Jakarta, masih bekerja serabutan dan kini menjadi barista paruh waktu di sebuah kafe dekat apartemen. Di sela jadwal shift dan latihan, ia mencoba membesarkan band-nya, SOUTHBOUND, bersama Gion, Xandra, dan Sahen, band yang awalnya cuma proyek iseng kampus, tapi perlahan mulai naik panggung lebih serius sejak tampil di pensi SMA berkat bantuan Juno yang kini jadi manajer mereka.
Sementara itu, Sangga menyimpan mimpi yang tak kalah besar sebagai lulusan Seni Rupa dan Desain IKJ. Ia ingin membangun lini mode sendiri, melihat namanya tercetak di label, dan suatu hari karyanya melangkah di runway Fashion Week. Di tengah proses merintis portofolio dan membangun koneksi, ia masih harus berbagi dapur, ruang tamu, dan sisa-sisa kenangan dengan mantan kekasih yang pernah menjadi rumahnya.
Satu apartemen, dua kamar, dua mimpi besar yang bergerak ke arah berbeda.
Keputusan untuk tetap tinggal bersama, apakah itu akan menjadi batu loncatan menuju masa depan masing-masing atau justru menahan mereka di masa lalu? Dan di antara jarak yang tak pernah benar-benar jauh itu, akankah hubungan Leon dan Sangga membaik... atau semakin retak?
--------------------------
Disclaimer:
Nama-nama artis yang digunakan dalam cerita ini adalah milik mereka sendiri. Cerita ini merupakan fiksi, sama sekali tidak terjadi di dunia nyata. Semua foto yang dipinjam dalam cerita ini bukan milik saya. Terima kasih sudah membaca.
WARNING! : #16+ #GS #SENSUAL INTIMACY #ROYAL FAMILY
Ia hanya seorang putri istana, terbiasa dengan harum bunga plum dan lantunan koto yang lembut.
Ia seorang panglima perang, terbiasa dengan darah, pedang, dan teriakan di medan tempur.
Demi politik dan kekuasaan, keduanya dijodohkan. Fujiwara no Sayaka harus menikah dengan Minamoto no Kenshin-pria yang dingin dan penuh luka masa lalu.
Antara cinta yang dipaksa dan takdir yang tak bisa dihindari, mampukah Sayaka menemukan kehangatan dalam hati sang panglima?