Last Testament [On Going]

Last Testament [On Going]

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 17, 2021
Hi, ini cerita pertama aku dan dari imajinasiku sendiri. ______________________________________________ Eyva Glynrie, seorang gadis berumur 17 tahun yang hidup sendiri di negeri yang bernama Estafania. Dia berusaha untuk mendapatkan sebutan "penyihir kerajaan hebat negeri Estafania" kepada khalayak dengan perkataan konyolnya, hanya modal kekuatan sihir yang bahkan lebih kecil dari sebutir kacang, tidak heran banyak warga yang menertawakannya dan menganggap dia bodoh. Suatu hari, ditengah keramaian balai kota, seorang nenek yang mengaku peramal menaiki atap rumah warga yang tinggi dan curam, dia berteriak "Estafania diambang kehancuran!!! bunga dandelion yang indah pun tetap tidak akan bisa menahan amarah sang iblis, cepat cari wadah untuk ditumbalkan kepada Barbatos." Sebagian besar warga marah dan melempari batu. Tapi, apa maksud dari ucapannya? kenapa dia berbicara dengan sangat yakin seolah-olah semua bencana itu akan terjadi.... ______________________________________________ Genre: Fantasy Original story by Aldelweiss Cover by @rachaelz_05 (instagram) Dipublikasi tanggal 12-10-21
All Rights Reserved
#99
shoujoai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • MUTINEERS
  • Exchange Souls With Villains
  • The Consort ✔
  • The Moon and Her Love Story [END]
  • My Secret Princess (Hiatus😓)
  • TRIO KWEK-KWEKK {🦆³}
  • Tyndomére Eclipse

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines