Story cover for Qodim by Voor_jou_lieverd
Qodim
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 12, 2021
"Boleh ku tanya apa kesan pertamamu, ketika melihatku untuk yang pertama kalinya?" 

Julia memicingkan matanya, tanpa ragu dia menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. "Aku iri padamu." 

"Boleh ku tau alasannya apa?"

Keheningan menyelimuti atmosfer keduanya, begitu mencekik hingga seorangpun tak dapat menelan makanannya sendiri. Keduanya menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. Kemudian Julia meletakan garpu ditangannya perlahan, "Aku merasa kamu lebih dari sekedar orang yang mengesankan. Di pertemuan pertama kita, bahkan seorangpun tak mengenal siapa dirimu. Dan kamu dengan begitu percaya dirinya, tanpa menunduk atau merasa minder... Menjabat tangan mereka dengan pasti." 

Sekali lagi julia menghela nafasnya berat, "Lalu ketika kamu dihadapkan dengan orang-orang yang berbeda, kamu akan menyesuaikan bagaimana cara mereka bergaul."

Julia mengalihkan pandangannya dari orang itu, dia memandang keluar jendela untuk mengalihkan tatapan iri-nya. Dengan tatapan kosong dia mengaduk-aduk muffin yang ada dimeja, "Matamu jernih dan dalam seperti lautan, tak ada ujungnya. Sikapmu tegas tapi terlihat seolah malas, seperti singa yang tengah ingin tertidur. Walaupun kamu tak banyak tersenyum dihadapan mereka, tapi orang-orang akan luluh dengan argumen yang kamu ajukan pada waktu yang bersamaan. Aku iri padamu yang seperti itu."

Gadis di depannya memandang julia, 'untuk apa dia merasa iri dengan hal-hal kecil seperti itu? Dia dan aku sama, kami memulainya bersamaan. Dia terlalu melebih-lebihkan apa yang ada.' Walaupun demikian, dia tetap menampilkan sosok yang tenang.

Julia menatap mata gadis itu, "Dan kamu tau, kalau aku itu tidak seperti dirimu? Aku bahkan tidak memiliki keberanian untuk masuk dalam lingkungan pergaulan sendiri. Pada saat itu aku didampingi oleh kakak sepupuku, dan aku bertanya-tanya siapa orang didepan ku. Yang berani masuk dan memperlihatkan kepercayaan dirinya itu."

Gadis itu tersenyum, "Aku tak sama seperti yang kau gambarkan julia."
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add Qodim to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  by hanun729
52 parts Complete
Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"
ASAVELA KIARA  by naaa_day
18 parts Ongoing
"Jangan takut pada manusia tapi takut lah pada tuhan" _Asavela kiara_ ✨✨✨ pernah kah kau mendengar atau melihat tentang seseorang yang memiliki dua sifat?tentu ada di dalam dunia ini, bagaimana ciri ciri nya? sini, cerita ini akan mengajarimu tentang kehidupan yang munafik sebenarnya kenalin seorang gadis cantik yang terkenal kejam yang tidak memiliki rasa kasian kepada sesama manusia di sekolah nya dan di kota tempat dia tinggal dan lahir,di paksa pindah oleh sahabat nya untuk tinggal bersama ayah dan kedua Abang nya di Bandung "Sa...Lo kenapa nggak tinggal sama bokap lo aja sih, ayo lah gue sendiri disini,rasanya kalau nggak ada lo nggak enak,gue nggak punya teman sa, Lo pindah ke Bandung aja sa biar gue ada teman"ucap gadis dari sebrang sana. "gue mau ,tapi Lo tau kan half soul butuh gue"jawab gadis yang sedang calling with bestienya. "iya, gue tau tapi kan masih ada anggota inti lainnya,pliss saa pliss demi sahabat lo ini" paksa gadis di sebrang sana lagi. "okay gue pindah ke sana". "yeayy...,kapan Lo pindah?,nanti suruh bokap lo nyekolahkan Lo sama gue ya". "ya.., gue pindah 2-3 hari lagi,gue harus izin ke nenek dan gue harus berziarah ke makam ibu gue dulu" ucap gadis itu menjawab pertanyaan sahabatnya. "oke,gue titip salam ke almarhumah ibu ya" "yaa"balas gadis itu dan langsung mengakhiri panggilan telepon sahabatnya 'huh' desuh gadis itu menghela nafas 'Bandung i coming...' ✨✨✨ 🔔ini cerita pertama aku ya jadi maaf kalau kurang nyambung atau menarik dan banyak typo nya. 🔔 cerita ini dari otak ku sendiri ya,tidak mengcopy cerita manapun. 🔔jangan lupa follow 🔔happy reading
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
39 parts Complete Mature
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
LALA by nurleniwahyu
16 parts Complete
Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)
You may also like
Slide 1 of 10
Little Girl : Love Story Begins [END] cover
Kembali Bersama [END] cover
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  cover
DIA ANGELINA  cover
ASAVELA KIARA  cover
My Little Monster - Completed cover
The Only Mine [END] cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
LALA cover
Loving in silence  cover

Little Girl : Love Story Begins [END]

43 parts Complete

Younghoon terdiam, pelan-pelan mengelap tangannya yang lecet-lecet setelah ribut dengan anak sekolah lain ke celana bahannya sendiri. Matanya lagi-lagi mengerjap, mencoba memastikan keadaan perempuan kecil yang tengah terduduk bersandar di bawah pohon. Perempuan kecil itu tampak ketakutan melihat Younghoon. Jelas aja! Younghoon benar-benar berantakan sekarang. "Orang tua lo kemana?" tanya Younghoon, dengan pipi lebamnya yang menambah aura menakutkan dimata perempuan kecil bergaun putih ini. Hening. Terus hening sampai akhirnya perempuan kecil itu menangis sesenggukan. Younghoon sekarang bingung harus apa dan langsung menggendongnya, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya dengan kaca belakang yang pecah karena ulah anak-anak sialan itu. Sampai di dalam mobil, anak kecil itu masih menangis. Sementara Younghoon sibuk mencari tisu basah yang memang jarang terlihat di mobilnya. "Udah, jangan nangis. Lo sama gue sekarang, artinya gue bakal habisin siapa aja yang ganggu lo. Enak kan jadi anak gue?" Sialnya, gadis kecil itu semakin menangis dengan keras. Younghoon sendiri heran kenapa dia masih sabar menghadapinya.